Pelindo II akan Lengkapi Pelabuhan Tanjung Priok dengan Sistem Radar VTMS

0
520
http://maritimedia.com/images/stories/168712_620.jpg
http://maritimedia.com/images/stories/168712_620.jpg

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II menganggarkan investasi dana senilai US$3,7 juta untuk pengadaan vassel traffic management system (VTMS) atau radar navigasi kapal di pelabuhan. Nantinya, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta akan menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang memiliki sistem radar pelabuhan.

Direktur Utama PT Pelindo II R.J. Lino menjelaskan, perusahaan membeli vassel traffic management system (VTMS) dari SAAB, penyedia jasa solusi pertahanan dan keamanan asal Swedia. Radar sistem ini akan mengatur lalu lintas kapal dan memperkecil kemungkinan terjadinya insiden tabrakan. “Jadi ini radar sistem di mana kapal dipandu, diatur sehingga jika ada insiden tabrakan, kita tahu siapa yang salah,” jelas Lino, seperti dilansir maritimedia.com.

Lebih lanjut, Lino menjelaskan bahwa sistem radar navigasi tersebut baru akan beroperasi penuh pada tahun 2016. Sistem tersebut akan menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan pertama di Indonesia yang memiliki sistem radar navigasi.

Guna untuk mendukung pengoperasikan sistem tersebut, Pelindo II saat ini, tengah mempersiapkan training bagi SDM pendukung pemanfaatan VTMS tersebut sehingga ada alih pengetahuan dari SAAB kepada Pelindo II. “Karena bukan hardware saja yang dibangun tapi orangnya juga dilatih. Kaya bandar udara saja, nanti kita juga punya radar,” ungkap Lino.

Lino menambahkan, dengan adanya VTMS, biaya asuransi pelayaran bisa ditekan karena resiko menjadi lebih rendah. “Semua kapal yang masuk diatur dan dikendalikan sehingga asuransi yang masuk ke Indonesia bisa jadi murah. Tidak ada radar risikonya tinggi dan itu jadi bagian dari biaya logistik. Kalau ini jadi, kita harap ini bisa diduplikasi ke tempat lain,” ujar Lino.

Lino menekankan Pelindo II berkomitmen untuk membantu tugas pemerintah lewat VTMS dalam pemeliharaan alur pelayaran yang seharusnya menjadi tugas pemerintah. “Ya sudah tugasnya negara, tugas kita juga. Apa yang bisa kita kerjakan, kita bantu,” pungkas Lino.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here