Pelindo II Bertekad Jadi Perusahaan Pelabuhan Terbesar di Dunia

0
456
Salah satu pelabuhan terbesar milik Pelindo II di Jakarta. Saat ini Pelindo II akan melakukan beauty contest penentuan operator Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. F. Ukon Furkon/ Indopos

Jakarta – (suaracargo.com)

Sebagai pengelola terbesar di Indonesia, Indonesia Port Corporation atau PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) bertekad menjadi perusahaan pengelolaan pelabuhan terbesar di dunia.
Tekad ini dikemukakan oleh Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya dalam mensukseskan roadmap perusahaan hingga 2020. “IPC telah menetapkan corporate roadmap hingga tahun 2020 sejalan dengan visi baru menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Kesemuanya perlu dukungan dari para stakeholder pelabuhan yang hadir hari ini,” ungkap Elvyn G Masassya dalam pertemuan bersama stakholder kepelabuhan di Jakarta, Senin (20/2).

Menurutnya, 2017 merupakan tahun enhancement, sehingga perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi dalam rangka mewujudkan kinerja unggul berkesinambungan dengan menjalankan corporate roadmap. Bentuk konkret dari pencapaian itu untuk melakukank perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan. Hal itu termasuk juga dengan pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan; pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru; persiapan pembentukan holding; dan perkuatan dan pengembangan usaha.

Disebutkan, Elvyn G Masassya pada 2017 ini IPC telah menjalankan proyek-proyek strategis, seperti kelanjutan dari proyek Terminal Kalibaru, Proyek Pelabuhan Kijing, Proyek CBL, Proyek Pelabuhan Sorong, maupun proyek Pelabuhan Patimban.

“Guna mendorong pertumbuhan dan ekspansi bisnis, kami akan meningkatkan akses permodalan, serta memberikan competitive advantage. Sebab IPC sedang mengeksplorasi dan mempersiapkan rencana pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) terhadap tiga anak perusahaan. Nantinya sekitar 30 persen dari jumlah keseluruhan saham yang disetor dicatat untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia,” tambah Elvyn G. Masassya, seperti dilansir jawapos.com.

Elvyn juga mengatakan bahwa sifat dan mekanisme logistik maritim yang telah bergerak dari pelayanan port-to-port menjadi door-to-door mengisyaratkan perusahaan untuk mendorong pengembangan penerapan konsep integrated chain port. Artinya, pelabuhan-pelabuhan di Indonesia secara bertahap melaksanakan dan mengembangkan inisiatif untuk melakukan kolaborasi operasional, inovasi berbasis IT. Tak hanya itu, IPC pun bakal melakukan perbaikan konektivitas dengan industri dan pasar, sehingga tercapai harmonisasi stakeholders.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY