Pelindo II dan JIEP Bersinergi Bangun Halal Port

0
404
Pelabuhan Tanjung Priok (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Selain bekerjasama dengan perusahaan asal Malaysia, yakni Amanah Internasional dalam mengembangkan Pelabuhan Cirebon dalam rangka membangun terminal baru, PT Pelindo II (Persero) pada acara World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 di Jakarta Convention Center (JCC), juga menjalin kerjasama dengan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP). Pelindo II bekerja sama dengan JIEPP dalam rangka penyusunan kajian kerjasama pembangunan dan pengoperasian integrated logistic area di kawasan JIEP.

banner-csm-atas

Kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman atau MoU antara IPC dan PT JIEP tentang sinergi bisnis dan pemasaran yang ditandatangani pada 27 Juni 2016 lalu di Jakarta. Kesepakatan bersama ini dilaksanakan dengan maksud mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penyusunan kajian kerjasama pembangunan dan pengoperasian integrated logistic area untuk international halal hub di kawasan JIEP.

Kerjasama ini bertujuan untuk membangun kemitraan dan sinergi usaha antara IPC dan PT JIEP melalui pembangunan dan pengoperasian integrated logistic area untuk international halal hub di kawasan JIEP. Serta membuat Halal Port yang diinisiasi oleh anak perusahaan IPC, yakni PT Multi Terminal Indonesia (PT MTI) dengan bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada awal 2016 lalu menjadi efektif dan bernilai.

Halal Hub merupakan transit area untuk produk-produk dari negara-negara non-muslim dengan tujuan ke negara-negara mayoritas muslim seperti Indonesia. Keseluruhan dari Halal Hub ini nantinya adalah integrasi dari Halal Port, Halal Zone (Halal Warehouse dan Halal Moslem Fashion Hub), dan penerapan konsep halal logistics dan halal supply chain management. Pelabuhan Tanjung Priok menjadi Halal Port dan Kawasan Industri Pulo Gadung sebagai tempat Halal Zone dan Industri Kreatif.

Halal Port atau Pelabuhan Halal yang dipersiapkan oleh PT MTI ini akan dilengkapi infrastruktur dengan fasilitas gudang seluas 6.840 meter persegi, lapangan penumpukan seluas 24.000 meter persegi, serta cold storage dengan kapasitas 3.344 ton. Dalam pengoperasiannya, Halal Hub Port bekerjasama dengan LPPOM MUI yang menjamin bahwa seluruh produk baik yang masuk maupun keluar dari pelabuhan dipastikan ditangani sesuai dengan standar jaminan halal yang dikeluarkan oleh LPPOM MUI. Pembangunan Pelayanan Halal Hub Port ini tidak lain adalah untuk memberikan kepastian kepada masyarakat muslim dalam pemenuhan kebutuhan logistik produk halal.

“Setelah persiapan infrastruktur selesai, MTI siap memberikan pelayanan terbaik dalam pengoperasian Halal Port, dan memberikan jaminan kepada pasar produk Halal baik di Indonesia maupun negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya, bahwa produk yang mereka dapatkan sudah memenuhi standar Syariat Islam dalam penanganannya,” tambah Direktur Utama PT Multi Terminal Indonesia (MTI) Tony Hajar Andenoworih, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Halal Warehouse adalah bagian dari Halal Zone, yakni sebuah gudang yang dilengkapi dengan peralatan yang hanya digunakan untuk menangani produk halal. Gudang ini hanya diperuntukkan bagi perusahaan yang memiliki sertifikasi Halal terhadap produknya, dan menjamin bahwa transportasi, penyimpanan dan penanganan produk memenuhi syariat Islam dan memenuhi persyaratan target pasar muslim. Adapun Halal Moslem Fashion Hub diproyeksikan akan menampung pasar kreatif dunia fashion.

“Kami persiapkan kawasan industri dalam Halal Zone ini tidak terbatas pada produk farmasi, kosmetik, fashion maupun makanan saja, tapi akan dikembangkan untuk produk maupun jasa layanan halal. Industri kreatif, pariwisata, serta layanan keuangan dan asuransi yang Islami, misalnya, akan kami layani juga,” kata Direktur Utama PT JIEP Rahmadi Nugroho, seperti dilansir okezone.com.

Direktur Keuangan PT JIEP Sitta Rosdaniah menambahkan, Jakarta International Halal Hub akan menjadi The Home of Halal Lifestyle in Indonesia. “Halal zone yang ada di Kawasan JIEP juga akan menjadi etalase dan show case bagi industri halal,” kata Sitta.

Konsep dari halal logistic dan halal supply chain management yang dijalankan dalam sinergi IPC dan PT JIEP ini adalah menyediakan sebuah kawasan industri dengan layanan logistik dan proses yang terintegrasi, terkoordinasi dan terkontrol pergerakannya, mulai dari bahan baku menjadi produk jadi dan mengirimkannya pada konsumen.

Dalam kegiatan The 12th World Islamic Economic Forum, IPC dan PT JIEP memperkenalkan Jakarta International Halal Hub (JIHH) sebagai bentuk implementasi kemitraan dan sinergi usaha dari konsep Integrated Logistic Area dalam Nota Kesepahaman tersebut.

“IPC mendukung pembentukan Jakarta Intenational Halal Hub (JIHH) ini, dan berharap JIHH bukan hanya menjadi pionir Halal Hub yang ada di Indonesia, tetapi dapat memberikan kontribusi maksimal dari sisi perekonomian dalam menjembatani dan memenuhi kebutuhan pasar dan industri halal baik di dalam maupun luar Indonesia,” kata Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya.

“Dengan adanya halal hub ini kita mendiklair kita punya aktivitas logistik yang berdasarkan syariah,” tandasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here