Pelindo II Harusnya Mampu Kelola Pelabuhan Secara Mandiri

0
426
ilustrasi pelabuhan (Foto: Grandyos Zafna/detik.com)
ilustrasi pelabuhan (Foto: Grandyos Zafna/detik.com)

 

Jakarta – (suaracargo.com)

Indonesia harus menjadi bangsa yang jauh lebih besar dari sekarang ini. Karena, selama masa penjajahan, Indonesia mampu membesarkan sebuah kerajaan kecil bernama Belanda hanya dari rempah-rempah.

Demikian dikemukakan Ketua Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SPJICT) Nova Sofian Hakim dalam Ngobrol Pintar (Ngopi) Bareng dengan Tema “Save National Asset” di Kantor JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (29/9).

Berangkat dari ini, menurutnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seharusnya mampu memberikan manfaat yang lebih besar terhadap perekonomian bangsa demi kemakmuran rakyat, bukan sekedar menyetor kas yang besar kepada negara.

“Kita ambil contoh di pelabuhan, bagaimana membuat cost logistik menjadi jauh lebih murah, bagaimana membuat kelancaran arus barang, bagaimana mampu merangsang perekonomian ataupun perdagangan menjadi lebih aktif sehingga akhirnya berimbas kepada manufaktur dan yang lainnya,” papar Nova, seperti dilansir rmol.co.

Nova pun mencontohkan, demi mendapatkan keuntungan yang besar, Pelindo II selama ini malah menerbitkan banyak hutang. Bukan hanya itu, Pelindo II juga melakukan sub kontrak di tiap bagian pelabuhan. Kondisi ini patut disesalkan karena seharusnya Pelindo II mampu kelola pelabuhan secara mandiri.

Untuk diketahui, saat ini Pelindo II berusaha perpanjang konsesi dengan perusahaan operator pelabuhan dari Hongkong yaitu Hutchison Port Holdinga (HPH) dari tahun 2019 hingga 2039.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here