Pelindo II Nyatakan Siap Tingkatkan Produktifitas Pelabuhan Sintete

0
374
Menhub Budi Karya Sumadi (detik.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / Indonesia Port Corporation (IPC) menyatakan siap meningkatkan produktifitas Pelabuhan Sintete, Kebupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini dinilai masih rendah.

Saptono R. Irianto Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo II menyatakan kesiapannya tersebut lantaran seperti permintaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahwa Pelabuhan Sintete yang saat ini dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub ini akan dilimpahkan pengelolaannya kepada Pelindo II, sehingga produktifitas harus meningkat.

“Kami (Pelindo II) sudah siap untuk meningkatkan produktifitas Pelabuhan Sintete,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (28/3).

Menurutnya, Pelindo II akan segera melakukan penambahan sejumlah peralatan yang memadai sehingga dapat mempercepat proses bongkar muat di sana. Kendala yang harus diatasi adalah masih lamanya proses bongkar muat lantaran tidak didukung peralatan yang memadai.

“Betul kendalanya proses bongkar muat yang lama. Tapi pasti kita akan tingkatkan kinerjanya dengan menambah peralatan yang memadai,” ujarnya. Namun demikian, pihaknya masih enggan mengatakan sejumlah peralatan seperti apakah yang akan ditambahkan di Pelabuhan Sintete tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya telah mengatakan kepada Pelindo II agar perusahaan plat merah itu meningkatkan produktivitas Pelabuhan Sintete, di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang saat ini masih rendah.

“Saya sengaja datang kesini untuk melihat apa permasalahannya. Setelah saya lihat memang produktivitasnya belum maksimal,” ujar Menhub Budi saat meninjau Pelabuhan Sintete, Jumat (17/3).

Kunjungan ke Pelabuhan Sintete itu dilakukannya usai mendampingi Presiden meresmikan Pos Lintas Batas Nasional (PLBN) di Aruk, Kabupaten Sambas, Kalbar belum lama ini. Menhub Budi Karya Sumadi dengan menggunakan transportasi darat selama 4 jam perjalanan, dari Aruk sengaja mengunjungi Pelabuhan Sintete yang direncanakan akan dilimpahkan pengelolaannya kepada Pelindo II tersebut.

Menurutnya saat ini jumlah kapal yang menuju ke pelabuhan Sintete diakui masih sangat sedikit. Maksimal hanya 8 kapal yang sandar dalam rentang waktu satu bulan.

“Pelabuhan ini hanya memiliki dua tempat sandar kapal. Jika rata-rata cuma 8 kapal sebulan ke sini dan perkapalnya hanya bayar Rp2 juta, pendapatan perbulan hanya Rp16 juta, maka setahun cuma berapa?. Jika itu terjadi terus-menerus produktivitas pasti akan menurun terus,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa hal yang menyebabkan produktivitas Pelabuhan Sintete rendah. Menurutnya salah satunya yaitu masih lamanya waktu bongkar muat kapal, sehingga para pemilik kapal yang datang akan berfikir dua kali untuk singgah di Sintete dan memilih untuk sandar di Pelabuhan lainnya, seperti di Pelabuhan Pontianak.

Meskipun, lanjut dia, kondisi Pelabuhan Pontianak itu sendiri sudah kebanyakan kapasitas (overload) saat ini. Oleh karena itu, Menhub meminta Pelindo II untuk segera menginvestasikan peralatan yang ada guna meningkatkan produktivitas bongkar muat.

“Produktivitas itu kumulatif sifatnya. Makin tidak produktif bongkar muatnya, kapal makin tidak mau kesini. Sebaliknya jika makin produktif, makin banyak kapal yang akan kesini. Kita ingin waktu sandar itu maksimal dua hari. Jadi perbulannya di dua tempat sandar bisa hingga 30 kali kapal bisa sandar. Sehingga secara overall pelabuhan ini meningkat produktivitasnya,” tuturnya.

Selain menyoroti masalah waktu bongkar muat yang masih lama, Menhub Budi juga mengatakan masalah tenaga kerja pelabuhan menjadi faktor lain penentu produktivitas pelabuhan.

Saat meninjau Pelabuhan, Menhub sempat berdialog dengan para pekerja bongkar muat pelabuhan Sintete. Ada beberapa dari mereka mengeluhkan pendapatan mereka yang sedikit akibat tidak banyak kapal yang sandar di pelabuhan itu.

“Produktivitas rendah, salah satunya juga diakibatkan oleh orang yang bekerja terlalu banyak. Disini ada 140 orang buruh. Saya tidak yakin 140 orang itu kerja semua. Jadi yang kerja mungkin hanya berapa, lainnya tidak kerja, hanya tukang jago saja,” jelasnya.

Namun demikian, Menhub meminta kepada Pelindo II agar nantinya mengassesment kembali para tenaga kerja bongkar muat yang ada di Pelabuhan Sintete.

“Harapan kita jika dikelola Pelindo, pelabuhan ini nantinya akan memiliki peralatan yang lebih memadai dan lebih profesional. Dan dengan networkingnya yang luas dapat mencari cara untuk menarik lebih banyak kapal yang singgah ke Sintete,” harapnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here