Pelindo II Segera Kerjakan Pelabuhan Kijing di Kalbar

0
54
Seorang warga melempar jala di laut yang mendangkal di Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (14/8/2015) pagi. Wilayah Kecamatan Batu Ampar merupakan satu diantara wilayah pensuplay hasil laut yang masih memanfaatkan dermaga rumah warga sebagai tempat pelelangan ikan. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI

Bandung – (suaracargo.com)

PT Pelabuhan Indonesia/ Pelindo II (Persero) atau IPC (Indonesia Port Corporation) segera mengerjakan pembangunan terminal pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat mu­lai Desember 2017. Keputusan ini diambil setelah ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2017 pada 7 April 2017.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan, pembangunan terminal Kijing di Kalimantan Barat merupakan ekstensi dari Pelabuhan Pontianak yang rencananya dibagi menjadi empat terminal yakni Terminal Petikemas, Terminal Multi­purpose, Terminal Curah Cair dan Terminal Curah Kering.

“Dengan adanya Perpres ini menjadi landasan percepatan pembangunan Pelabuhan Kijing yang nantinya akan menampung kapasitas hampir 1 juta TEUs petikemas, 8 juta ton CPO, dan 15 juta ton curah kering,” ujarnya, di Bandung, kemarin (24 Oktober 2017)

Menurutnya, percepatan pembangunan dan pengoperasian terminal Kijing dilakukan dalam rangka peningkatan konektivitas, pengembangan infrastruktur kemaritiman, dan pengembangan wilayah di Kalimantan Barat.

“Kijing akan menjadi pelabuhan internasional pertama di Kalimantan. Targetnya Desember nanti mulai dibangun, nilai investasinya sebesar Rp 2 triliun,” katanya, seperti dilansir rmol.co.

Menurutnya, di bulan yang sama, perseroan juga akan melakukan Initial Public Of­fering (IPO) atau Penawaran Saham Perdana terhadap anak perusahaan yakni PT Jasa Ar­mada Indonesia (JAI).

Ia menerangkan, pelaksa­naan IPO JAI semula ditar­getkan pada Oktober 2017. Namun, berdasarkan hasil diskusi dengan Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pelaksanaan IPO jangan berbarengan dengan anak usaha BUMN lainnya.

“Jadi, mekanismenya bukan molor dari Oktober, tapi Ke­menterian BUMN minta, JAI urutan keempat untuk masuk pasar saham, karena sebelumnya ada IPO PP Presisi, ada yang lainnya. Terakhir baru JAI listing di 20 Desem­ber. Sudah register ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” jelasnya.

Ia berharap agar pelaksanaan IPO ini dapat mendorong pertumbuhan dan ekspansi bisnis, meningkatkan akses permodalan, serta memberi­kan Competitive Advantage. Karenanya, setelah IPO JAI, perseroan masih akan melan­jutkan IPO dua anak perusa­haan lainnya yakni PT Pelabu­han Tanjung Priok (PTP) dan PT Indonesia Kendaraan Ter­minal (IKT) di Tahun 2018.

“Setidaknya maksimum 30 persen dari jumlah keseluruhan saham yang disetor dicatat untuk diperdagangkan di Bursa Efek di Indonesia (BEI). Target perolehan da­nanya ada yang Rp 2 triliun ada juga yang Rp 1,5 triliun,” jelasnya.

Direktur Keuangan Pelindo II, Imam Rachman menam­bahkan, pada triwulan III 2017 perseroan berhasil membu­kukan kinerja di mana secara keseluruhan mengalami peningkatan dari periode sama tahun sebelumnya, bahkan telah melampaui target porto­folio tahun berjalan.

“Perolehan laba usaha tahun berjalan Rp 1,5 triliun, naik sekitar 8,4 persen dibanding periode sama tahun lalu seki­tar Rp 1,43 triliun. Pendapatan (revenue) pada periode ini sekitar Rp 7,6 triliun atau naik 19,6 persen dari periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 6,3 triliun,” katanya.

Selain itu, EBITDA margin meningkat sejumlah 13,3 persen dari 34,2 persen pada September 2016 menjadi 38,78 persen dan BOPO tu­run 3,8 persen dari 70,9 persen menjadi 68,2 persen.

Sementara dari sisi opera­sional, trafik kapal yang mengalami peningkatan sebesar 21,7 persen dari periode sama tahun lalu menjadi 147,456 GT, trafik petikemas yang mencapai 4,98 juta TEUs dengan persentase peningkatan 10,8 persen.

“Untuk trafik non-petikemas yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,1 persen berhasil dibukukan di angka 41,253 juta ton,” tandasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY