Pelindo II Siap Bangun Pelabuhan Kijing dan Sorong

0
477
Foto: Baban Ganda Purnama (finance.detik.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II sudah menyiapkan proyek strategis untuk mengembangkan beberapa pelabuhan di Indonesia. Nantinya, pelabuhan-pelabuhan yang dikembangkan itu akan menjadi pelabuhan berkelas internasional.

posko-garut

Ada empat proyek diinisiasi oleh Pelindo II yang dituangkan dalam Perpres RI No.3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional tanggal 8 Januari 2016. Proyek startegis itu meliputi Inland Waterways (Cikarang-Bekasi-Laut Kawa atau CBL), Pelabuhan Sorong, dan Pelabuhan Kijing yang ketiganya telah mencapai proses Feasibility and Ebvironmental Baseline Study serta rekomendasi pemerintah daerah setempat. Serta Pelabuhan Kalibaru untuk pembangunan tahap selanjutnya.

“Kenapa kita perlu mengembangkan? karena kita sebagai korporasi yang ditugaskan mengelola pelabuhan. Jadi harus berkembang. Nah, perkembangan ini harus selaras dengan tujuan nasional. Salah satu tujuannya yaitu mempercepat infrastruktur guna memudahkan arus barang atau logistik kita supaya bagus sehingga biaya logistik bisa murah,” tutur Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo II Saptono R Iranto di Hotel Intercontinental, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/10/2016).

Dia menyebut, mempermudah kelancaran arus logistik di pelabuhan tidak lepas dari peningkatan infrastruktur. Sebab, sambung Saptono, tanpa penunjang infrastruktur yang mumpuni maka persoalan logistik menjadi tidak baik.

“Jadi dengan logistik yang baik, diharapkan kelancaran arus barang jadi baik. Sehingga tak terjadi perbedaan harga yang signifikan di seluruh wilayah,” ucapnya, seperti dilansir detik.com.

Khusus Pelindo II, menurut Saptono, pihaknya tengah serius mengembangkan Pelabuhan Kijing Pontianak di Kalimantan Barat dan Pelabuhan Sorong di Papua Barat. “Pelabuhan Kijing kita kembangan menjadi pelabuhan internasional. Lalu pengembangan Pelabuhan Sorong,” kata Saptono.

Dia menjelaskan, Pelabuhan Kijing dan Sorong akan dibuat terpadu dengan kawasan ekonomi khusus atau industrial area. “Karena ke depan itu, untuk menjadikan pelabuhan yang efektif dan efesien harus integrated dengan daerah industri. Sebab daerah industri itu akan mempercepat jarak antara pelabuhan dan produsen. Jadi hasil-hasil atau bahan baku yang dibutuhkan daerah industri itu cepat ditangani pelabuhan tersebut,” ujar Saptono.

Progres terkini, lanjut Saptono, proyek pengembangan Pelabuhan Kijing sudah siap dan Pelabuhan Sorong tengah proses perampungan studi serta perizinan.

“Untuk Kijing diharapkan bisa ground breaking tahun depan (2017). Kalau Sorong diharapkan sama, namun semua tergantung perizinan yang harus diselesaikan dan dilengkapi terlebih dahulu,” tutur Saptono

Pelindo II menargetkan dua pelabuhan tersebut dapat beroperasi pada 2019 atau 2020.

Selain itu, fokus program kerja Pelindo II pada 2016 yaitu berpartisipasi dalam pembangunan dan pengoperasiaon Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, maupun pelabuhan-pelabuhan lain yang dapat meningkatkan konektivitas nasional. Upaya Pelindo II menjajaki kerja sama dengan Kementerian Perhubungan berkaitan pengelolaan dan pengoperasian pelabuhan Unit Pengelola Teknis (UPT) dilakukan secara bertahap.

Untuk 2016 ini prioritas Pelindo II ialah pada Pelabuhan Sintete di Kalimantan Barat dan Pelabuhan Agats di Papau.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here