Pelindo II Targetkan Peningkatan Pendapatan Hingga 8 Triliun

0
347
ilustrasi handling peti kemas (industri.bisnis.com)

Bogor – (suaracargo.com)

Belanja modal atau Capex yang dicanangkan PT. Pelindo II (IPC) untuk tahun 2016 ini adalah sekitar Rp 6 triliun. Sebagian besar anggaran itu dialokasikan untuk pengembangan Kalibaru. Adapun pendapatan tahun ini ditargetkan mencapai Rp 8 Triliun dengan laba Rp 1,5 Triliun.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan Pelindo II, Orias Moedak, kepada Jurnal Maritim di sela-sela acara IPC Customer Awards di Bogor (20/3).

Selain Kalibaru, Pelindo II tahun ini akan mengembangkan Pelabuhan Kijing (Pontianak), Tanjung Carat (Sumsel), Pelabuhan Cirebon, dan Pelabuhan Sorong. Khusus pengembangan Sorong, menurut Moedak, karena wilayahnya sangat luas (7500 ha), Pelindo II akan menggandeng pihak lain sebagai investor.

“Jika semua proyek didanai sendiri, dibutuhkan hampir 20 triliun. Dengan menggandeng partner, kita hanya membutuhkan sekitar 13 triliun. Pelindo II memiliki dana sekitar 26 triliun, sudah terpakai selama 2015 sebesar 7 triliun, sehingga kini masih ada ‘cash’ sekitar 19 Triliun,” ungkap Moedak, seperti dilansir jurnalmaritim.com.

Tahun 2016, Pelindo II menargetkan pendapatan 8 Triliun Rupiah, dengan laba 1,5 Triliun Rupiah. Target tersebut meningkat dari tahun 2015 dengan pendapatan sekitar 7,5 Triliun dengan laba sekitar 1,4 Triliun rupiah. Total aset IPC saat ini mencapai 42 Triliun Rupiah.

“Tahun lalu (2015) realisasi Capex kita 5 Triliun dari target 6 Triliun, penghambatnya adalah proses perizinan yang membutuhkan waktu. Namun demikian, laba tahun 2015 meningkat 500 miliar rupiah dibanding tahun 2014,”kata Moedak.

Moedak menjelaskan bahwa Pelindo II akan kembali menerbitkan Bond (pinjaman komersil) pada tahun 2018. Dengan proyeksi pendapatan sebesar 178 juta USD pertahun dari tiga terminal andalannya (JICT, Koja, dan CT1 Kalibaru), Pelindo II optimis mampu menggalang dana sebesar 1 Milliar Dollar, setara 13,5 triliun rupiah (kurs Rp 13.500/USD).

“Jika mau pinjam lebih besar dari itu, proyek CT2 dan CT3 (Kalibaru) harus kita Launch. Konsepnya bukan resource allocation tapi resource leverage, jadi diputar terus,” jelas Moedak.

Bisnis plan CT2 dan CT3, tambah Moedak, sudah siap diumumkan. Investornya belum tentu sama dengan investor sebelumnya (CT1).

“Kami menginginkan untuk segera diumumkan, agar mereka (investor) sudah terikat. Kalau ditunda, lalu terjadi penurunan (ekonomi) maka investor akan menahan diri dan kita terhambat lagi,” tutup Moedak mengakhiri percakapan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here