Pelindo III Harus Kelola Terminal Peti Kemas Surabaya secara Mandiri

0
78
Tumpukan kontainer yangdi terminal peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. - JIBI/Nurul Hidayat

Liputan6.com,

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Pelindo III (Persero) harus segera memutuskan nasib pengelolaan Terminal Peti Kemas Surabaya. Hal ini mengingat perjanjian kerja sama antara Pelindo III dengan Dubai Port World akan berakhir pada April 2019.

Pengamat maritim yang juga Direktur Nasional Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, melihat bahwa sampai saat ini ia belum melihat upaya Pelindo III dalam memutus hubungan pengelolaan Terminal Peti Kemas Surabaya yang sebagian sahamnya dimiliki oleh asing tersebut.

Dubai Port World sendiri sudah menyatakan bakal menarik diri dari Terminal Peti Kemas Surabaya sebagaimana pernyataan Chairman and CEO DP World Group Sultan Ahmed Bin Sulayem di beberapa media beberapa waktu lalu. Terlebih, pihak Pelindo III juga merespons akan mengelola Terminal Peti Kemas Surabaya secara mandiri.

Menurutnya, hal itu bisa menjadi alasan Pelindo III untuk segera mempercepat proses pengambilalihan terminal yang pada 1999 lalu sahamnya dijual ke asing.

“Kami berharap Terminal Peti Kemas Surabaya sepenuhnya dapat dikelola oleh Pelindo III untuk mewujudkan visi poros maritim dunia yang didengungkan pemerintahan saat ini,” jelas Rusdi dalam keterangannya, Selasa (20/3/2018).

Rusdi menampik anggapan tak mendukung upaya investasi asing di Indonesia. Menurutnya, akan lebih baik jika investasi asing di Indonesia diwujudkan dalam pembangunan fasilitas pelabuhan baru bukan mengakuisisi saham pelabuhan atau terminal yang sudah ada.

Pelindo III membutuhkan dana untuk pembangunan maupun pengembangan pelabuhan maka dapat dilakukan dengan menerbitkan obligasi seperti yang pernah dilakukan perseroan tahun 2014 lalu.

Selama 20 tahun bermitra dengan Dubai Port World, dirasa cukup bagi Pelindo III untuk mempelajari model bisnis kepelabuhanan dan menerapkannya untuk mengelola Terminal Peti Kemas Surabaya dan terminal pelabuhan lainnya secara mandiri termasuk di Terminal Teluk Lamong.

“Saya rasa Pelindo III mampu terlebih teknologi saat ini sudah berkembang dan mudah dipelajari. Pelindo III dapat memanfaatkan Terminal Peti Kemas Surabaya dan Terminal Teluk Lamong untuk mendukung program-program pemerintah di bidang kemaritiman,” ujarnya, seperti dilansir liputan6.com.

Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) memperkirakan pengakhiran kerja sama antara perseroan dengan Dubai Port World di PT Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS) bisa rampung pada Januari 2018. Kedua belah pihak bakal segera meneken perjanjian jual beli syarat di mana Pelindo III akan membeli 49 persen saham DP World di TPS.

Direktur Utama Pelindo III, IGN Askhara Danadiputra mengatakan perseroan dengan DP World telah sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama di TPS yang akan berakhir pada April 2019. Oleh karena itu, Pelindo III akan membeli kembali saham di TPS yang dilepas pada 1999 lalu.

DP World juga telah menyatakan, pihaknya tidak akan memperbarui kontraknya di Indonesia setelah gagal menyetujui persyaratan perpanjangan dengan pemerintah.

Operator pelabuhan yang didukung pemerintah Dubai adalah pemegang saham 49 persen di PT Terminal Peti Kemas Surabaya di Indonesia, yang terletak di utara Jawa, dan 51 persen lainnya dimiliki oleh Korporasi Pelabuhan Indonesia.

Chairman dan CEO DP World Group Sultan Ahmed bin Sulaymen mengatakan, pihaknya tidak mampu memenuhi persyaratan pembaharuan kontrak operasional yang telah ditawarkan.

Penulis: Ilyas Istianur PradityaI
Editor: M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here