Pelindo III Perluas Lapangan Penumpukan Terminal Teluk Lamong

0
23
Suasana aktvitas bongkar muat di Terminal Laut Teluk Lamong, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/ed/mes/15

Surabaya – (suaracargo.com)

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Persero memperluas fasilitas lapangan penumpukan peti kemas (container yard) di Terminal Teluk Lamong (TTL), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. TTL merupakan terminal berkonsep ramah lingkungan pertama di Indonesia yang dibangun sebagai ekstensifikasi dan perluasan dari pelabuhan terbesar di kawasan timur Nusantara tersebut.

CEO Pelindo III Ari Askhara mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan TTL secara bertahap. Kini, pengembangan tersebut sudah berada pada tahap kedua mengerjakan perluasan container yard dari eksisting 10 blok dengan kapasitas 1 juta TEUs, menjadi 15 blok dengan kapasitas mencapai 1,5 juta TEUs.

TTL diproyeksikan sebagai terminal peti kemas utama di Pelabuhan Tanjung Perak yang pada fase ultimate (final) menjadi seluas 30 blok lapangan penumpukan peti kemas dengan kapasitas mencapai 6,5 juta TEUs. “Pelindo III berinvestasi untuk perluasan CY (container yard/lapangan penumpukan) tahap kedua ini senilai hampir Rp400 miliar,” katanya, seperti dilansir ekbis.sindonews.com.

Proyek perluasan lapangan penumpukan peti kemas ini dimenangi PT Nindya Karya. BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur dengan target dapat rampung selama dua bulan. Pelindo III akan diuntungkan jika proyek selesai lebih cepat, karena infrastruktur yang dibangun bisa dapat segera digunakan.

“Proyek ini penting sebagai pengembangkan jalur logistik untuk menekan cost. Bagian dari Program Nawacita Pemerintah agar target pertumbuhan ekonomi 5% untuk tahun ini dapat tercapai. Kami akan coba selesaikan dalam waktu 18 bulan,” kata Direktur Utama Nindya Karya Indrajaya Manopol.

Selain menyepakati kontrak bersama Nindya Karya, Pelindo III juga menandatangani kontrak kerja dengan PT Hutama Karya untuk proyek peninggian dermaga di Terminal Samudera di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Dimensi terminal seluas 38 x 300 meter ditinggikan 2,1 meter LWS (low water spring/permukaan air) atau dari semula 1,1 meter LWS menjadi 3,2 meter LWS. Pekerjaan dilaksanakan selama 9 bulan dengan nilai investasi sebesar Rp280 miliar.

CEO Pelindo III Regional Jawa Tengah Ardhy Wahyu Basuki menjelaskan, peninggian dermaga Terminal Samudera ditujukan untuk mengembangkan dari semula dermaga untuk general cargo menjadi dermaga peti kemas.

Nantinya, kata dia, container crane (alat angkat peti kemas) di Terminal Peti Kemas Semarang akan ada yang dipindahkan ke Terminal Samudera. Selain itu juga akan terkoneksi dengan jalur rel kereta api. “Sehingga, pengangkutan peti kemas makin lancar dan biaya logistik di Semarang makin efisien,” paparnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here