Pelindo III Raih Predikat “Trusted Company”

0
329
Suasana pelabuhan peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/10). (sumber: Antara/OJT/Sigid Kurniawan)
Suasana pelabuhan peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/10). (sumber: Antara/OJT/Sigid Kurniawan)

Surabaya – (suaracargo.com)

Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Kepelabuhanan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) adalah merupakan salah satu perusahaan terpercaya di Indonesia. Predikat itu diperoleh Pelindo III atas penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dalam perspektif risiko di perusahaan.

BUMN yang berpusat di Surabaya itu telah melalui serangkaian penilaian dan proses audit yang dilakukan oleh Majalah SWA dan Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG). Atas penilaian dan proses audit tersebut, Pelindo III dianugerahi gelar “Trusted Company” oleh Majalah SWA dan IICG pada Rabu (17/12) di Jakarta.

Sekretaris Perusahaan Pelindo III Yon Irawan mengatakan predikat “Trusted Company” yang diterima Pelindo III menunjukkan bahwa perseroan memiliki komitmen yang tinggi dalam menerapkan GCG di dalam tubuh perusahaan. Sebagai salah satu BUMN yang cukup besar di Indonesia, Pelindo III telah memiliki strategi dalam memastikan risiko bisnis yang meliputi aspek struktural dan operasional. Bukan hanya itu, Pelindo III juga telah memiliki rumusan strategis dan kebijakan perusahaan dari tingkat korporasi, bisnis, hingga fungsional.

“Pada intinya adalah bagaimana perusahaan melakukan antisipasi terhadap segala risiko yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan menimpa Pelindo III. Mulai dari risiko yang kecil hingga risiko yang dapat mengancam keberadaan perusahaan ini,” urainya, sebagaimana dilansir maritimedia.com.

Yon mengaku penerapan GCG memang tidak mudah. Hal itu membutuhkan komitmen dan integritas dari semua pihak yang memiliki kepentingan dengan perusahaan, mulai dari pemegang saham, manajemen, pegawai, hingga stakeholder. Selain itu, evaluasi dan monitoring juga diperlukan untuk memastikan penerapan GCG telah sesuai dengan kaidah dan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

Chairman Indonesia Institute for Corporate Governance, Gendut Suprayitno, mengatakan aspek-aspek penilaian GCG dalam perspektif risiko meliputi komitmen, transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, fairness, kompetensi, kepemimpinan, kemampuan bekerjasama, visi, misi, dan tata nilai, strategi dan kebijakan, etika bisnis, dan budaya risiko.

Menurutnya, Pelindo III telah memenuhi semua aspek-aspek penilaian yang telah ditentukan oleh tim penilai. Corporate Governance Perception Index (CGPI) merupakan penilaian yang dilakukan oleh Majalah SWA dan IICG terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia. Perusahaan-perusahan yang dinilai meliputi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perbankan, perusahaan swasta, dan perusahaan publik (emiten).

Hasil penilaian menunjukkan tingkat komitmen perusahaan terhadap GCG. Tingkat komitmen tersebut diukur dengan skala yang mulai dari “Fair Trusted Company”, meningkat ke “Trusted Company”, dan akhirnya “Most Trusted Company”. Penghargaan kali ini merupakan penghargaan ketiga yang diraih oleh Pelindo III di ajang CGPI. Sebelumnya, Pelindo III menyandang gelar “Fair Trusted Company” di tahun 2012 dan “Trusted Company” di tahun 2013.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here