Pelindo III Tetap Bangun Dermaga Curah Kering di Pelabuhan Celukan Bawang, Bali

0
337
ilustrasi handling peti kemas (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Pelabuhan Indonesia IIII (Persero) atau Pelindo III tetap berkomitmen melanjutkan proses pembangunan dermaga curah cair di Pelabuhan Celukan Bawang, Bali. Fasilitas ini dianggap penting karena untuk menerima suplai bahan bakar di Pulau Dewata tersebut. Proses pembangunan fasilitas itu sendiri sempat dihentikan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Buleleng pada 11 Desember 2015 lalu.

Kahumas Pelindo III Edi Priyanto menjelaskan, fungsi dermaga curah cair tersebut yakni untuk mendukung pencapaian ketahanan energi di Pulau Bali yang terus berkembang. “Karenanya tumpang tindih aturan di Kabupaten Buleleng yang tidak mendukung iklim investasi harus segera diselesaikan,” ungkap Edi dalam siaran pers, Minggu (27/12).

Edi memaparkan kelengkapan izin pembangunan yang sudah diperoleh Pelindo III. Menurutnya, Izin pengembangan dermaga curah cair di Pelabuhan Celukan Bawang telah diputuskan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam Keputusan Dirjen Hubla Nomor: BX-443/PP008.

Terkait kejelasan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Celukan Bawang yang dipertanyakan Pemkab Buleleng, Edi mengungkapkan sebenarnya berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 414 Tahun 2013 tentang Penetapan RIP Nasional. Pelabuhan Celukan Bawang tergolong sebagai pelabuhan pengumpul yang RIP-nya diusulkan sendiri oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Celukan Bawang. Kemudian, usulan RIP tersebut ditetapkan oleh Menteri Perhubungan setelah mendapat rekomendasi dari Pemerintah Daerah setempat mengenai kesesuaian tata ruang.

“Bupati Buleleng bahkan sudah mengeluarkan rekomendasi RIP melalui surat bernomor 582/2694/Ekbang pada tanggal 8 Juli 2014. Kemudian diperkuat dengan rekomendasi Gubernur Bali sebagai pimpinan tertinggi Provinsi Bali di mana Pelabuhan Celukan Bawang berada pada tanggal 16 Juli 2014 dengan nomor surat 552/13877/DPIK,” katanya.

Bahkan, dalam rekomedasi dari Bupati Buleleng itu disebutkan bahwa RIP Celukan Bawang telah sesuai dengan RTRW Provinsi Bali pasal 28 ayat 3 (b). Pasal tersebut menyebutkan bahwa Pelabuhan Celukan Bawang berfungsi sebagai jaringan transportasi laut untuk pelayanan kapal penumpang, barang, dan pariwisata. “Maka dapat disimpulkan pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang yang dilakukan Pelindo III telah mendapat rekomendasi dari Kementerian Perhubungan, Gubernur Bali, dan Bupati Buleleng,” tegas Edi, seperti dilansir maritimedia.com

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here