Pelindo IV akan Kembangkan Pelabuhan Jayapura Sampai Jadi Pelabuhan Ekspor

0
223
Pelabuhan Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Selasa, 5 April 2016. (Presiden Joko Widodo/Facebook)

Jayapura – (suaracargo.com)

PT Pelindo IV (Persero) berencana mengembangkan Pelabuhan Jayapura, Papua dengan anggaran Rp 2 triliun. Pelabuhan Jayapura yang berada di ujung Timur Indonesia itu akan difungsikan untuk mendukung program Tol Laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Mulai tahun 2016 kami merencanakan pembangunan Pelabuhan Jayapura menjadi pelabuhan sentral di Papua. Pembangunan ini akan menghabiskan dana Rp 2 Triliun, namun tahun 2016 ini PT Pelindo III baru menginvestasikan dana Rp 300 miliar untuk pengembangan areal Pelabuhan Jayapura,” kata Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung di Jayapura, Selasa (12/4/2016).

Dia mengatakan, rencana pengembangan Pelabuhan Jayapura juga untuk mempercepat perubahan status Pelabuhan Jayapura menjadi pelabuhan ekspor. Perubahan status itu diperlukan agar komoditi yang ada di Papua bisa langsung dikirim ke luar negeri tanpa harus transit di pelabuhan lain.

“Kalau pelabuhan maju dengan sendirinya ekspor akan berjalan lancar. Bisa menghemat waktu minimal 10 hari, karena selama ini barang ekspor dari Jayapura harus melewati Surabaya dan Jakarta,” ujarnya, seperti dilansir tempo.co.

Doso Agung berharap, Pemerintah Provinsi Papua bisa bekerjasama dengan Pelindo III untuk menginvestasikan dananya dalam pembangunan Pelabuhan Jayapura.

“Saya harap Pemerintah Provinsi Papua bisa berinvestasi dalam pembangunan Pelabuhan Jayapura ini,” katanya.

“Kita menginginkan pertumbuhan ekonomi Papua berjalan secara cepat. Untuk itu kami berharap Pemerintah Provinsi Papua bisa bekerjasama dengan Pelindo III dalam pembangunan Pelabuhan Jayapura dan pelabuhan lain di wilayah Papua,” tambahnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY