Peluang Bisnis Lahan Penumpukan Peti Kemas di Banjarmasin Masih Menjanjikan

0
581
ilustrasi peti kemas di pelabuhan (poskotanews.com)

Banjarmasin – (suaracargo.com)

Masih kurangnya lahan penumpukan peti kemas bisa menjadi investasi yang menguntungkan bagi pemerintah Kota Banjarmasin. Pasalnya, lahan penumpukan peti kemas ini bisa mendatangkan keuntungan karena bisa disewakan.

GM Pelindo III Banjarmasin, Hengki Jajang Herasmana, menyatakan bahwa pihaknya siap bekerjasama jika Pemko Banjarmasin ingin menjalin kerjasama menyediakan lahan penumpukan peti kemas pada para pelaku usaha. Menurut Hengki, saat ini ada beberapa titik lahan yang dinilai layak dan strategis untuk dibangun lahan penumpukan peti kemas. Salah satu lahan tersebut adalah perumahan penduduk di depan kantor operasional PT Pelindo III Banjarmasin dan depan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. “Dua kawasan tersebut layak karena letaknya tak jauh dari kawasan bongkar muat peti kemas. Namun tentunya harus ada pembebasan lahan dan bangunan masyarakat, sehingga tidak ada masalah dikemudian hari,” jelasnya, baru-baru tadi.

Hal senada diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalsel-Teng Djumadri Masrun. Persoalan lahan penumpukan peti kemas masih perlu untuk diperluas. “Areal penumpukan peti kemas sangat kurang. Akibatnya peti kemas yang datang tak bisa langsung diangkut keluar kawasan bongkar muat, ini tentu membuat percepatan keluar masuk barang ikut terganggu,” tambahnya, seperti dilansir kalsel.procal.co

Djumadri menyarankan Pemko Banjarmasin untuk bekerjasama dengan Pelindo III dalam penyediaan area khusus penumpukan peti kemas. Sehingga, arus peti kemas ke luar masuk pelabuhan bisa lebih lancar. “Idealnya masih perlu sekitar 10 hektare lahan penumpukan yang bisa menampung 200.000 box peti kemas. Namun untuk awal sediakan dulu minimal 2 hektare untuk bisa menampung 40.000 box peti kemas,” ungkap Djumadri.

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, menyambut baik usulan ini. Namun dia terlebih dulu akan mengkoordinasikan persoalan ini dengan instansi terkait. Apalagi ini bisa menjadi salah satu pemasukan untuk PAD Banjarmasin. “Untuk persoalan ini akan kami bicarakan lebih intensif dengan instansi terkait. Mudah-mudahan ke depan bisa direalisasikan,” harapnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here