Pembangunan Cilamaya Ditunda, Pengusaha Jabar Kecewa

0
344
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan - (Foto: Inilahcom)
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan – (Foto: Inilahcom)

Bandung – (suaracargo.com)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat kabar jika pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang dibatalkan. Pihaknya mendesak agar Pemerintah pusat tetap melakukan pembangunan pelabuhan di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, belum mendapatkan kabar secara resmi terkait pembatalan pembangunan Cilamaya. “Kabarnya ditunda, tapi kan bisa bermakna dibatalkan ataupun juga ditunda. Kami masih berharap kepada pemerintah pusat agar Cilamaya terus dilanjutkan,” jelas Heryawan kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (27/11/2014). 

Menurutnya, persiapan pembangunan pelabuhan Cilamaya sudah cukup matang. Beberapa investor yakni JICA sudah siap bekerjasama agar pelabuhan besar pertama di Jabar bisa segera terealisasi. “Keberadaan pelabuhan Cilamaya akan sangat memudahkan masyarakat ekonomi atau para pengusaha di Jabar. Khususnya, Bekasi, Karawang, Purwakarta, termasuk Bandung,” kata dia, sebagaimana dilansir inilah.com.

Dengan begitu, pria yang akrab disapa Aher ini mengaku, jika akses pelabuhan dibangun di Jawa Barat, proses angkutan barang di wilayah Jabar tidak dilakukan di Tanjung Priok. Aher juga mengatakan bahwa, barang-barang yang memerlukan pengapalan atau bongkar muat impor atau pengapalan ekspor, sangat banyak dan barangnya ada di Jabar. “Jadi, alangkah lebih baik kalau bandara tersebut dilanjutkan,” ucap Aher.

Aher pun tidak mengetahui alasan pemerintah pusat memberikan kabar penundaan. Terlebih proyek pembangunan Bandara Cilamaya tidak masuk dalam rencana pembangunan dari Bappenas RI. “Meskipun menundanya belum resmi, mungkin masih ada harapan untuk dilanjutkan. Pasti semua atas nama pengusaha Jabar, pemerintah dan masyarakat, semuanya masih berharap pelabuhan ini dilanjutkan. Mudah-mudahan hasil pembahasannya tidak ada penundaan dan dibangun,” tutup Heryawan.

Sementara itu, kalangan pengusaha di Jawa Barat mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah pusat yang terkesan membatalkan rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada kejelasan terkait kelanjutan pembangunan pelabuhan di Jabar.

“Kami sangat kecewa dengan pembatalan pembangunan pelabuhan Cilamaya. Padahal para pengusaha Jabar sangat menunggu kehadiran pelabuhan Cilamaya tersebut,” tutur. Ketua Kadin Jawa Barat, Agung Suryamal Sutisno.

Agung juga menuturkan, pembangunan pelabuhan Cilamaya sangat penting. Saat ini aktivitas ekspor- impor di Pelabuhan Tanjung Priok sudah sangat padat, bahkan sudah sangat over kapasitas. Sehingga, keberadaan Pelabuhan Cilamaya ini sangat dibutuhkan oleh para pengusaha.

“Aktifitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Priok, selama ini di dominasi oleh perusahaan dari Jawa Barat. Karena, 60 persen industri di Indonesia ini berada di Jawa Barat,” ucap dia. Agung juga meminta pemerintah pusat untuk mengkaji ulang kebijakan pembatalan pembangunan Pelabuhan Cilamaya tersebut. Sehingga, bisa menjadi solusi bagi para pengusaha.

Pembangunan ini penting karena di Tanjung Priok sudah sangat padat, apalagi rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya sendiri sudah lama digagas. “Kalau pembangunannya tidak jadi, akan mengecewakan para pengusaha, khususnya pengusaha yang ada di Jawa Barat,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here