Pembangunan Cilamaya Terancam Batal, Pengusaha Jabar Kecewa

0
324
peta Cilamaya (kompas.com)
peta Cilamaya (kompas.com)

Bandung – (suaracargo.com)

Para pengusaha di Jawa Barat kecewa dengan kebijakan pemerintah pusat yang membatalkan rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya, di Kabupaten Karawang. “Tentunya kita kecewa dengan pembatalan pembangunan pelabuhan Cilamaya, padahal para pengusaha Jabar sendiri sangat menunggu kehadiran pelabuhan tersebut,” jelas Ketua Kadin jawa Barat Agung Suryamal Sutisno pada acara seminar kehumasan Persiapan Jabar menghadapi MEA 2014 yang digelar wartawan PWI pokja Gedung Sate dan Humas Pemprov Jabar di aula barat gedung sate, Kamis (27/11/2014).

Seminar itu sendiri menghadirkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Staf Ahli menteri perdangan RI Sondang Anggraeni, Deputy Komisioner OJK Lucky Fathul Azis dan Pakar ekonomi Ina Primiana Sagir.

Dikatakan pula oleh Agung, pembangunan pelabuhan Cilamaya sendiri sangatlah penting mengingat saat ini aktifitas ekspor impor di pelabuhan Tanjung Priok sudah sangat padat. Bahkan, Tanjung Priok itu sudah sangat over kapasitas. Sehingga, keberadaan pelabuhan Cilamaya sendiri menjadi yang sangat dibutuhkan oleh para pengusaha. “Aktifitas ekspor impor di pelabuhan tanjung priok sendiri selama ini di dominasi oleh perusahaan dari Jawa Barat. Karena 60 persen industri di Indonesia ini berada di Jawa Barat,” katanya sebagaimana dilansir klik-galamedia.com.

Oleh karena itulah, lanjut Agung, pihaknya meminta pemerintah pusat untuk mengkaji ulang kebijakan pembatalan pembangunan Pelabuhan Cilamaya tersebut. Sehingga bisa menjadi solusi bagi para pengusaha. “Ini penting karena di Tanjung Priok sendiri sudah krodit, apalagi rencana pembangunan pelabuhan cilamaya sendiri sudah lama di gagas, sehingga kalau pembangunannya tidak jadi itu akan mengecewakan para pengusaha, khususnya pengusaha yang ada di Jawa Barat,” katanya.

Hal senada diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Dikatakan oleh Gubernur, pihaknya menyesalkan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menunda pembangunan Pelabuhan Cilamaya. “Saya dapat kabar tetapi belum ada kabar resmi, pembangunan pelabuhan cilamaya itu ditunda, itu bisa bermakna dibatalkan. Kita berharap ke pemerintah pusat supaya Cilamaya tetap dilanjutkan sebab ini sudah cukup matang, investornya dari jepang sudah siap, kajiannya dari JICA sudah siap, kemudian disaat bersamaan barang barang yang memerlukan pelabuhan pun sudah siap,”katanya.

Menurutnya, pembangunan pelabuhan Cilamaya itu sendiri perlu direalisasikan. Terlebih, hal tersebut akan mendorong perekonomian masyarakat.
“Itu akan sangat memudahkan masyarakat ekonomi di jabar, baik yang ada di Bekasi, Karawang maupun bandung menjadi lebih mudah mengakses pelabuhan Cilamaya dibanding tanjung priok. Barang barang yang memerlukan pengapalan atau bongkar muat ekspor impor sangat banyak di jawa barat. Jadi sangat tepat bisa pembangunan Pelabuhan Cilamaya dilanjutkan,” katanya.

Oleh karena itulah, lanjut Heryawan, pihaknya tidak habis fikir kenapa pemerintah pusat menunda pembangunan pelabuhan Cilamaya. “Saya tidak tahu kenapa pemerintah menunda, walaupun informasinya belum resmi sampai hari ini. Tetapi masih ada harapan untuk dilanjutkan. Atas nama pengusaha, masyarakat jabar dan pemerintah kelihatannya kita masih berharap bisa dilanjutkan,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here