Pembangunan Infrastruktur Pelabuhan Masih Harus Dimaksimalkan

0
322
Pelabuhan Kendal (Foto ANTARA/Syaiful Arif)
Pelabuhan Kendal (Foto ANTARA/Syaiful Arif)

Jakarta – (suaracargo.com)

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Bobby Gafur Umar, mengatakan bahwa pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur pelabuhan kecil. Persiapan itu perlu dilakukan untuk memaksimalkan potensi industri maritim yang nilainya ditaksir mencapai Rp 9.300 triliun.

“Pelabuhan kecil itu tidak layak kalo dibangun swasta, harus diambil alih oleh pemerintah semua, ini penting untuk konektivitas dan pemerataan pembangunan mengingat kita bukan negara benua seperti Australia dan Amerika Serikat (AS),” kata Bobby usai jumpa pers Indonesia International Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) Conference and Exhibition 2014 di Jakarta, Rabu (26/11), sebagaimana dilansir beritasatu.com.

Pemerintah juga perlu meningkatkan kualitas pelabuhan di Indonesia yang kini masih jauh di bawah standar internasional. “Pelabuhan di Jakarta dan Surabaya itu fasilitasnya masih rendah, truk masuk harus menunggu dua hari,” ujar Bobby.

Ia juga mengatakan bahwa, dari sisi sumber daya manusia, insinyur Indonesia telah memiliki kemampuan tinggi untuk dilibatkan dalam proyek-proyek besar. Misalnya pembangunan jalan tol laut dan infrastruktur pelabuhan berskala besar, bersama perusahaan rancang bangun dan rekayasa nasional.

“Para insinyur asal Indonesia kebanyakan terlibat dalam proyek konstruksi di mancanegara. Di industri migas sendiri perusahaan nasional sudah bisa mngelola proyek senilai diatas US$ 100 juta atau setara Rp 1 triliun,” tambahnya.

Pemerintah memperkirakan alokasi pembangunan infrastruktur sektor maritim selama lima tahun ke depan mencapai Rp 900 miliar. Dana tersebut sudah termasuk tol laut, infrastruktur laut dan kapal besar di atas 10.000 TeUS. Sebagian besar masih akan didanai APBN.

“Investor masih wait dan mereview ulang lantaran masih tingginya dolar AS, meskipun potensi pertumbuhan infrastruktur tahun depan bisa sampai 20 persen. Kami sebagai kontraktor juga masih tergantung mereka,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY