Pembangunan Jalur Kereta Api dari Penajam Paser Utama Hingga Kutai Barat Tunggu Penyelesaian Pelabuhan

0
390
Ilustrasi Rangkaian Kereta Barang - tribunnews.com

Jakarta — (suaracargo.com)

Pembangunan jalur kereta api dari Kabupaten Penajam Paser Utama hingga Kabupaten Kutai Barat di Kalimantan Timur menunggu penyelesaian pembangunan pelabuhan terlebih dahulu.

Head of Regional Corporate Affair PT Kereta Api Borneo M. Yadi Sabiannoor mengatakan, rencana pembangunan jalur kereta api yang dilakukan oleh perusahaan itu akan dimulai dengan membangun pelabuhan di Kawasan Industri Buluminung.

“Ini kami tengah membebaskan sejumlah lahan yang akan digunakan untuk pembangunan pelabuhan, technopark, dan jalur kereta api. Ini tinggal sedikit lagi,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (22/5).
Panjang kereta api jalur selatan tersebut sepanjang 203 kilometer yang akan mulai dibangun pada 2017 dari Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara (PPU) hingga ke Kutai Barat.

Proyek pembangunan rel kereta api ini membutuhkan biaya senilai US$3,70 miliar yang terdiri atas US$2,20 miliar untuk jalur selatan.

Rencananya, pembangunan yang menjadi prioritas pertama yakni pelabuhan, lalu technopark, dan setelah itu jalur kereta api.

“Semoga bisa mulai dibangun untuk pelabuhan tahun ini. Pembangunan kereta api ini prioritas ketiga. Dalam master Plan, pembangunan kereta api akan selesai tahun 2021,” kata Yadi,

Sementara itu, untuk jalur utara rel kereta api yakni dari Kabupaten Kutai Timur hingga Kabupaten Kutai Kartanegara masih dilakukan pembangunan setelah pada akhir 2016 dilakukan pemancangan tiang perdana.

Drektur Utama Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI) Denis Muratov menuturkan, pembangunan rel kereta api ini akan dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama pembangunan akan dilakukan sepanjang 195 kilometer dari wilayah Kawasan Ekonomi Khusus Maloy dan dilanjutkan tahap kedua sepanjang 125 kilometer.

“Ada berbagai jenis lokomotif dan gerbong yang dipakai yang nantinya dapat mengangkut berbagai komoditas dan membantu masyarakat di Kaltim,” ujar Denis, seperti dilansir bisnis.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here