Pembangunan Pelabuhan di Kabupaten Bantaeng Segera Direalisasikan

0
405
Ilustrasi pembangunan pelabuhan (Antara/Fiqman Sunandar)
Ilustrasi pembangunan pelabuhan (Antara/Fiqman Sunandar)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (sulsel) mengisyaratkan, rencana pembangunan pelabuhan di kawasan industri Bantaeng (Bantaeng Industrial Park/BIP) senilai Rp 4 triliun bakal direalisasikan oleh perusahaan asal Singapura, Tamasek Holdings.

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah mengatakan, progress kesepakatan antara pihaknya dengan perusahaan investasi itu sudah mencapai tahap 80 persen. Bahkan, Pemkab Bantaeng juga sudah melakukan perbincangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada beberapa waktu lalu mengenai hal tersebut.

“Kami juga rencananya bakal menandatangani MOU (Memorandum of Understanding) dengan Tamasek dalam waktu dekat ini untuk melakukan pengelolaan pelabuhan, power plant, dan sebagainya. Jadi, nanti mereka juga yang akan kelola,” terang Nurdin ketika berada di Jakarta, baru-baru ini.

Ia menambahkan, proses penentuan kesepakatan kerja sama yang hampir terjalin itu berlangsung cukup alot. Pasalnya, sebelumnya memang sudah ada beberapa pihak yang turut berminat untuk membangun pelabuhan beserta kawasan industri di Bantaeng. Dua di antaranya adalah konsorsium gabungan antara PT Samudera Indonesia dan Mitsubishi serta konsorsium antara BTN Power (Malaysia), China Machinery Engineering Corporation, dan perusahaan swasta nasional PT Terminal Borneo Indonesia.

“Kami sendiri target penyelesaian pembangunan yang mengakomodiri kawasan industri selesai pada 2018 mendatang,” ujar Nurdin, seperti dilansir beritasatu.com.

Bukan itu saja, tambah Nurdin, saat ini di Bantaeng juga terus dibangun sebuah pelabuhan jetty yang dijalankan oleh PT Huadi Nickel Alloy Indonesia. Sementara itu, pelabuhan eksisting sekarang ini akan difokuskan untuk keperluan mengangkut penumpang. “Saya sudah sampaikan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai pelabuhan yang sudah ada untuk dijadikan pelabuhan penumpang,” papar dia.

Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) PT Bintang Selatan, Taufik Fachrudin, pernah menyatakan mengenai pembangunan pelabuhan jetty atau dermaga itu yang sifatnya temporer. Tujuan dibangunnya prasarana tersebut adalah memfasilitasi bongkar muat alat dan barang lainnya untuk pembangunan kawasan industri smelter.

Pembangunan dermaga tersebut, lanjutnya, ditaksir menelan dana mencapai Rp 40 miliar. Ia juga menjelaskan, PT Huadi yang membangun dermaga tersebut lantaran guna kepentingannya sendiri yang memang sebagai pihak pembangun smelter. Sementara PT Bintang Selatan selaku koordinator pembangunan kawasan industri Bantaeng.

“Dermaga sementara perlu dibangun agar penggarapan smelter dapat tetap terfasilitasi, di mana alat-alatnya didatangkan dari Tiongkok,” imbuhnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY