Pembangunan Pelabuhan Internasional di Batam Sudah Urgent

0
267
Pelabuhan Batuampar, Batam (beritatrans.com)

Batam – (suaracargo.com)

Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan pembangunan pelabuhan peti kemas skala internasional yang bagus dan memadai di Batam dianggap sudah mendesak untuk dilakukan. Pembangunan itu bertujuan untuk mendongkrak laju investasi di kota ini. Pasalnya, pelabuhan peti kemas yang memadai dinilai dapat memudahkan proses pemasukan maupun pengiriman barang, sekaligus memotong lamanya jalur distribusi.

“Pemerintah pusat harus berinvestasi untuk pembangunan cargo terminal (pelabuhan peti kemas) di sini,” kata Dahlan, Kamis (5/11).

Menurut Wali Kota, pembangunan pelabuhan peti kemas skala internasional itu juga sekaligus dapat menjadi batu loncatan untuk menjadikan Batam sebagai salah satu basis investasi internasional di gerbang barat. Terutama, yang berkait langsung dengan negera tetangga, Singapura.

“Kalau sebagian kargo Singapura itu ke Batam, saya yakin transhipment kita bisa lebih optimal,” kata Wali Kota.

Namun, ia menyambung, kenyataan yang ada saat ini masih jauh dari harapan. Menurut Dahlan, upaya Presiden Joko Widodo yang bertandang ke Singapura dan merayu investor Negeri Singa untuk berinvestasi di Batam beberapa waktu lalu dinilai belum membuahkan realisasi konkrit.

“Bahkan, sampai sekarang saya belum terima pengarahan dari pusat terkait langkah-langkah apa yang mesti dilakukan untuk merealisasikan itu,” kata Wali Kota dua periode itu.

Sementara itu, Ketua Kadin Kepri, Makruf Maulana, menantang pemerintah pusat untuk membuat pelabuhan internasional seperti Pelabuhan Iskandar, Johor Bahru, Malaysia yang dipusatkan di Batam. Pasalnya, selama ini rencana itu membuat pelabuhan peti kemas internasional itu sempat mencuat namun kemudian tenggelam kembali.

“Faktanya sampai sekarang kan tidak jadi (pembangunan) pelabuhan itu, ada yang bilang itu intervensi Singapura,” kata dia.

Padahal, kata ia, jika pelabuhan skala besar itu ada di Batam, ia yakin jumlah investasi di kota berbentuk kalajengking ini juga bakal meroket.

“Saya sudah sampaikan juga hal ini ke Presiden Joko Widodo saat bertandang ke Batam, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” kata Makruf.

Wali Kota Batam melanjutkan, tak hanya pembangunan pelabuhan yang besar dan modern yang mendesak. Sektor lain yang juga mesti digalakkan pemerintah pusat untuk menarik investasi, terutama dari Singapura yakni berkaitan dengan sektor pariwisata. Ia jelaskan, sektor pariwisata Batam dan kabupaten/kota lain di Kepri akan bergeliat jika dapat limpahan turis yang berkunjung ke Singapura.

“10 persen saja turis Singapura itu mau melanjutkan ke Batam, maka saya yakin multilayer effect (efek berlapis) terhadap ekonomi masyarakat Batam juga akan makin bagus,” terang Dahlan.

Wali Kota juga mengkalkulasi, jika 10 persen turis dari Singapura yang jumlahnya sekitar 15 juta orang, yakni sekitar 1,5 juta orang asing itu melanjutkan kunjungan ke Batam, maka jumlah wisatawan di Batam akan bertambah jadi 3 juta orang. Jumlah itu, didapat dari 1,5 juta wisman yang sudah masuk ke Batam saat ini, ditambah limpahan wisman 1,5 juta yang diharapkan tadi.

“Kalau sudah di Batam, baru kita distribusikan ke wilayah lain di Kepri, bisa ke Bintan maupun daerah lainnya,” kata dia.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti. Ia menyebut, limpahan turis asing dari Singapura bakal mendongkrak jumlah wisman yang masuk ke Indonesia lewat pintu Batam.

“Misalnya wisman kapal pesiar yang dari Singapura dan mau berkunjung ke Batam, itu sudah luar biasa, terlebih kalau mau melanjutkan ke daerah lain di Kepri,” kata Guntur, belum lama ini.

Menurut Guntur, wilayah Batam dan Kepri punya keunggulan dari sisi panorama alam. Hal itu, kata ia, tak dimiliki negara tetangga Singapura yang lebih menjual pada sektor wisata modern dan buatan, seperti sektor perbelanjaan.

“Nah, apa yang tak dimiliki Singapura itulah yang hendak kita jual dan tawarkan,” ujar dia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY