Pembangunan Pelabuhan Masih Terfokus di Bagian Barat Indonesia

1
459
Suasana aktifitas bongkar muat peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (2/9/2014) (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Suasana aktifitas bongkar muat peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (2/9/2014) (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pembangunan pelabuhan di Indonesia dalam jangka waktu 5 tahun ke depan masih akan terfokus di Indonesia bagian barat. Hal ini terlihat dari paparan Menteri Kootrdinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo, di sela dialog bertajuk “Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Pelayanan Publik secara Elektronik” di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Rabu (12/11/2014).

Jumlah pelabuhan yang akan dibangun ada 24 buah. Pembangunan itu sendiri dapat berupa pembuatan pelabuhan yang benar-benar baru ataupun pengembangan dari pelabuhan yang sudah ada.

Dari 24 pelabuhan yang akan dibangun, lebih dari 75 persen ada di wilayah Indonesia barat. Diantaranya di Medan, Batam, Jambi, Kepulauan Riau, Lampung, Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Pelabuhan di wilayah Indonesia tengah dan timur yang dikembangkan diantaranya Sorong, Ambon, Makassar, Manado, Banjarmasin, dan Samarinda.

Menanggapi pertanyaan masih terfokusnya pengembangan pelabuhan di Indonesia barat, Indroyono mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya menambah dan mengembangkan. “Kita sudah tambah kok beberapa,” kata Indroyono. Menurutnya, pelabuhan di Indonesia barat pun belum merata dan memadai. “Misalnya di Jambi kenapa enggak ada, Kepulauan Riau kenapa enggak ada. Kita tambah. Oke lah kalau untuk pelabuhan kita jalan dulu saja dengan apa yang ada,” jelasnya, sebagaimana dilansir kompas.com.

Meskipun dari sisi jumlah pembangunan pelabuhan masih akan fokus di Indonesia barat, Indroyono mengungkapkan bahwa wilayah Indonesia timur akan tetap terjangkau tol laut.

Rencananya, tol laut itu akan menghubungkan wilayah Medan, Jakarta, Surabaya, Makassar, hingga Sorong. Pelabuhan-pelabuhan lain di sekitar wilayah tersebut akan menjadi feeder. Sementara itu, untuk mendukung angkutan logistik lewat tol laut, di daratan akan dibangun jalur kereta api dengan total panjang 16.500 km, termasuk di Kalimantan dan Sulawesi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here