Pembangunan Pelabuhan Patimban Harus Sinkron Dengan Aspirasi Daerah

0
443
Ilustrasi: (Foto: Okezone)

Subang – (suaracargo.com)

Pembangunan maupun pengembangan Pelabuhan Internasional di Patimban, Kabupaten Subang memerlukan sinkronisasi dengan kebijakan, program, maupun aspirasi daerah. Hasil sinkronisasi tersebut nantinya dituangkan dalam dokumen rencana induk pembangunan pelabuhan Patimban.

Hal itu terungkap dalam Rapat Sosialisasi Rencana Induk Pelabuhan Patimban, Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati II, Kamis 17 November 2016. Dalam rapat tersebut, hadir Plt Bupati Subang Imas Aryumningsih, perwakilan Kementerian Perhubungan, Kasman selaku Ketua tim Pelaksana Perencanaan Persiapan Pembangunan Pelabuhan Patimban, Kepala BAPPEDA Kabupaten Subang, Komir Bastaman, perwakilan Kepala SKPD dan Camat se- Kabupaten Subang.

Plt Bupati Subang Imas Aryumningsih menyampaikan, Pelabuhan Patimban merupakan program pembangunan nasional. Pihaknya berharap, kehadiran pelabuhan Patimban bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di Subang, sekaligus meningkatkan ekonominya. Selain itu, keberadaan pelabuhan tersebut diharapkan pula bisa turut mempromosikan pariwisata yang ada di Kabupaten Subang.

“Mudah-mudahan pembangunan pelabuhan Patimban bisa berjalan lancar, sehingga bisa membawa kemajuan bagi Kabupaten Subang,” katanya, seperti dilansir pikiran-rakyat.com.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Perencanaan Persiapan Pembangunan Pelabuhan Patimban, Kasman mengatakan saat ini kondisi pelabuhan di Tanjung Priok sudah sangat padat. Sehingga, perlu dibangun alternatif pelabuhan lain dan Patimban yang terletak di Kabupaten Subang telah ditunjuk sebagai lokasi yang representatif.

“Penunjukan Patimban ini merupakan kebijakan nasional, dan ditargetkan tahun 2019 sudah mulai beroperasi,” ujarnya. Dikatakannya, upaya merealisasikannya dibutuhkan kerjasama antar institusi, saling mendukung dalam rangka akselerasi pembangunan. Sedangkan sumber dananya sebagian besar dari bantuan Pemerintah Jepang. “Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya memiliki izin lingkungan dan tidak bertentangan dengan tata ruang yang ada di peraturan daerah pemerintah Kabupaten Subang,” katanya.

Dijelaskannya, pelabuhan Patimban telah ditetapkan presiden sebagai Proyek Strategis Nasional, sesuai Perpres Nomor 47 Tahun 2016 tentang Penetapan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat sebagai Proyek Strategis Nasional. Pelabuhan Patimban didesain untuk melayani peti kemas maksimum 7.500.000 TEUs dan 600.000 CBU.

“Tahapan pembangunan jangka pendek dimulai tahap 1 Fase 1 antara 2017 – 2019, dan Fase 2 2020 – 2021. Jangka menengah yaitu Tahap II 2022 – 2026, dan Jangka Panjang Tahap III 2027 -2036. Total pembiayaan direncanakan mencapai Rp 44,93 Triliun,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY