Pembangunan Pelabuhan Patimban Masih Menunggu Perizinan

0
874
Pelabuhan Patimban (jurnas.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai langkah untuk melancarkan pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Pelabuhan Patimban telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional. Namun, hingga kini, pembangunan pelabuhan itu belum juga berjalan alias masih maju mundur.

Pelabuhan Patimban dinilai sebagai alternatif terbaik setelah rencana pembangunan pelabuhan di kawasan Cilamaya, Jawa Barat dibatalkan. Pelabuhan tersebut nantinya akan dijadikan pelabuhan utama di wilayah Pantai Utara Jawa Barat dan akan dijadikan pelabuhan ekspor-impor seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

“Kami masih menunggu penyelesaian Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang ditargetkan selesai awal 2017. Kan izin Amdal ini kita susun bersama pihak Japan International Cooperation Agency (JICA),” ujar Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut Mauritz H.M. Sibarani kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/11).

Untuk membangun pelabuhan ini, pemerintah akan mengambil pinjaman dari Pemerintah Jepang senilai USD1,7 miliar. Pinjam tersebut rencananya akan dicairkan medio Maret atau April 2017.

Ditanya soal izin pembangunan, Mauritz mengakui bahwa hingga saat ini pihaknyas masih menunggu keluarnya perizinan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). “Memang RTRW belum ditetapkan. Kitatunggu saja prosesnya,” lanjut Mauritz, seperti dilansir jurnas.com.

Rencana pembangunan Pelabuhan Patimban sebenarnya tidak steril dari pro-kontra. Misalnya disampaikan Direktur Eksekutif National Maritime Institute Siswanto Rusdi yang khawatir akan terjadi persaingan tak sehat antar pelabuhan, mengingat lokasi Pelabuhan Patimban berada di antara Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Lagi pula, tiga pelabuhan ini sama-sama bergerak di bidang pelabuhan kontainer dan ada terminal untuk tujuan umum (general purpose terminal). Sangat mungkin akan terjadi perpecahan konsumen untruk tiga titik pelabuhan yang sejenis ini.

Penulis: Sahlan
editor : M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here