Pembangunan Pelabuhan Sangatta Masih Butuh Anggaran 100 Milyar

0
251
Salah satu pelabuhan di Sangatta, pelabuhan masyarakat di Pantai Kenyamukan (Tribun Kaltim / Margaret Sarita)

Sangatta – (suaracargo.com)

Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) telah mengucurkan anggaran sebanyak Rp 250 miliar, anggaran sebesar itu ternyata belum juga cukup untuk membangun Pelabuhan Sangatta. Pasalnya, anggaran Rp 250 M baru bisa untuk membangun trestel dan reklamasi sisi darat pelabuhan.

Sedangkan untuk pembangun perkantoran di pelabuhan tersebut, seperti kantor sabhandar, imigrasi, gudang, terminal pelabuhan dan bea cukai, masih perlu anggaran lain lagi. Oleh karena itu, Dishubkominfo Kutim selaku instansi terkait akan mengusulkan lagi anggaran itu ke Pemkab Kutim.

Promo CSMCARGO Ramadhan

Kadishubkominfo Kutim Johansya Ibrahim, mengatakan bahwa jika mengacu pada rencana anggaran belanja (RAB) dan master plan pembangunan, pihaknya membutuhkan anggaran sebanyak Rp 100 miliar untuk membangun semua fasilitas pelabuhan di atas lahan seluas 4 hektar itu.

“Bila pemerintah mengalokasikannya di APBD Perubahan tahun ini, maka paling lambat akhir tahun 2017 mendatang, semua fasilitas itu sudah bisa dibangun dan dimanfaatkan,” sebut Johansyah kepada awak media, Kamis (2/6) kemarin.

Bak dayung bersambut, keinginan Dishubkominfo tersebut mendapatkan respon positif Wakil Bupati (Wabup) Kutim Kasmidi Bulang. Menurut Wabup, pihaknya akan mengusulkan semua kebutuhan anggaran pembangunan itu pada pembahasan APBD Perubahan 2016.

“Kita rencanakan, tahun ini pembangunan fasilitas penunjang sisi darat pelabuhan masuk program multiyears pemerintah Kutim. Nanti di APBD Perubahan, sudah akan kita usulkan, supaya bisa segera dilakukan pelelangan,” ucapnya, seperti dilansir bontangpost.co.id.

Nantinya, Kasmidi menginginkan agar pembangunan fasilitas tersebut dapat diselesaikan dalam waktu setahun. Supaya target pemerintah untuk mengoperasikan pelabuhan itu di 2017 dapat direalisasikan. Namun untuk pembayarannya, tetap akan dilakukan melalui tahun jamak.

“Saya kira, kalau hanya untuk membangun semua fasilitas itu, kita cuman butuh waktu setahun saja. Dengan catatan, akhir 2017 pelabuhan sudah bisa diperasikan,” tuturnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY