Pembatasan Operasional Truk Barang Tidak Hambat Pengiriman Barang Online

0
142
ilustrasi truk barang (korankaltim.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah membatasi operasi angkutan logistik atau truk barang pada masa operasi angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Apakah pembatasan yang berlaku pada 22-23 Desember dan berlanjut pada 29-30 Desember 2017 mengganggu pengiriman paket belanja online?

“Sejauh ini pengiriman online (paket belanja online) masih berjalan normal oleh kami,” kata Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita melalui pesan singkatnya kepada Liputan6.com, Jakarta, Selasa (26/12/2017).

Dia mengaku, kalaupun ada keterlambatan pengiriman, hal itu lebih karena hari libur dan cuti bersama Natal dan Tahun Baru, bukan pembatasan angkutan barang atau logistik. Biasanya oleh perusahaan atau agen jasa titipan.

“Keterlambatan karena hari libur dan cuti bersama saja (dari perusahaan atau agen jasa titipan). Terlambat karena tanggal libur sesuai dengan aturan pengiriman,” Zaldy menjelaskan.

Lagipula, Zaldy mengatakan, volume pengiriman paket dari belanja online tidak mengalami kenaikan signifikan di libur Natal dan Tahun Baru ini. Tidak seperti saat penyelenggaraan Hari Belanja Online (Harbolnas) baru-baru ini.

“Volume belanja online juga tidak naik tinggi, seperti Harbolnas. Kalau Harbolnas biasanya naik sampai dua kali dari volume hari biasa yang 20 persen. Untuk Natal dan Tahun Baru ini tidak sebesar itu,” terangnya.

Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah, Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Muhammad Feriadi menegaskan bahwa operasional perusahaan dalam pengiriman barang, termasuk paket belanja online tetap berjalan normal meski hari libur Natal dan Tahun Baru.

“Keterlambatan seharusnya tidak ya, operasional kami tetap berjalan kalau di kantor pusat. Tapi beberapa agen memang di hari libur dan tanggal merah memang tutup, seperti hari ini. Jadi mereka tidak akan terima jasa pengiriman barang,” tegasnya.

Solusinya, Feri mengakui, konsumen akan mengirimkan barangnya ke perusahaan logistik lain atau mendatangi kantor pusat maupun kantor perwakilan JNE. “Kami edukasi ke konsumen, kalau ada pengiriman barang hari ini, langsung saja ke kantor pusat atau perwakilan kami,” ucapnya.

Senada dengan Zaldy, Fery pun mengaku bahwa volume pengiriman paket belanja online di libur Natal dan Tahun Baru tidak naik tinggi. Alasannya, banyak orang sudah berlibur ke luar kota sehingga transaksi belanja online pun tidak terlalu melonjak.

“Orang sudah banyak yang keluar kota, transaksi belanja online tidak terlalu tinggi. Beda dengan Harbolnas itu volumenya tinggi sekali sampai puluhan persen dari hari biasa,” papar Fery.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here