Pembentukan Pokja Usulan Appkindo Masih Menunggu Ketegasan dari Pemerintah

0
318
Ilustrasi Logistik Foto: Ilustrasi/Istimewa

Jakarta – (suaracargo.com)

Andrian Soedjarwo, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pemeriksa Kargo dan Pos Indonesia (Appkindo) mengatakan, pembentukkan Pokja yang diusulkan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia memang masih tertunda karena menunggu beberapa ketegasan dalam Peraturan Menteri Nomor 153/2015 tentang Pengamanan Kargo dan Pos.

Andrian mengakui bahwa jika Pokja Regulated Agent (RA) ingin dibentuk, harus ada keterlibatan banyak stakeholder selain ALFI karena RA adalah kebutuhan keamanan tingkat internasional. Sebut saja beberapa di antaranya; International Civil Aviation Organization (ICAO), International Air Transport Association (IATA), International Federation or Freight Forwarders Association (FIATA), dan Kementerian Perhubungan.

“Dasar pertimbangan untuk penyelesaian masalah ini cukup banyak. Kalau membahas tarif saja, itu masih grey area. Karena kalau land lord menaruh cost seperti ini akan sulit di adjust karena pemerintah dalam hal ini Kemenhub meminta Rp25 miliar untuk modal masing-masing lokasi,” ujar Andrian kepada Bisnis, Minggu (27/3/2016).

Pembiayaan Rp25 miliar sebagai aturan modal disetor belum termasuk biaya sewa gudang, sistem teknologi, dan biaya operasional. Andrian menyebut gudang yang digunakan hanya berlaku selama dua tahun, lewat dari tenggat waktu tersebut maka menjadi milik Angkasa Pura. Andrian juga mengatakan bahwa aturan penangguhan dua tahun tersebut bisa diubah atau diperpanjang jika ada izin dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, pada April 2015 Appkindo memang tidak menyepakati kebijakan dari Kemenhub terkait aturan modal disetor sebesar Rp25 miliar yang terakomodasi dalam aturan sebelumnya yakni PM No.32/2015 tentang Pengamanan Kargo dan Pos Serta Rantai Pasok dan Kargo.

Appkindo mengusulkan aturan Rp25 miliar itu dihitung berdasarkan asset yang dimiliki perusahaan. Tak selesai sampai disitu, Appkindo juga sempat mengusulkan syarat Rp25 miliar modal disetor bisa diangsur selama lima tahun sesuai dengan durasi izin perusahaan regulated agent.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here