Pemerintah Akan Ajak Negara-Negara di Asia, Eropa dan Amerika Investasi di Sektor Infrastruktur

0
244
ilustrasi pembangunan infrastruktur (koran-sindo.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Setelah mengajak Australia berinvestasi di sektor pariwisata, pemerintah Indonesia bakal menjaring negara-negara lain untuk berinvestasi di proyek-proyeks infrastruktur. Negara-negara yang ditargetkan itu berada di benua Asia, Amerika, dan Eropa.

Negara mana sajakah itu?

“Kita akan coba promosi ke Korea Selatan (Korsel), Jepang, Amerika Serikat (AS), Kanada hingga Belanda, kami akan cari negara-negara yang punya dana jangka panjang,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Dia menceritakan, di Ontario, salah satu negara bagian di Kanada ada perusahaan dana pensiun (dapen) yang mengelola dana pensiun guru.

Nilainya sekitar 20 kali dari dana kelolaan milik BPJS Ketenagakerjaan. Untuk informasi, dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan per 2016 mencapai Rp 262 triliun itu artinya dana kelolaan dapen di Ontario itu mencapai Rp 5.240 triliun.

Dia juga mencontohkan seperti pembangunan Kuala Lumpur International Airport (KLIA) yang sumber dananya berasal dari perusahaan dapen di Kuala Lumpur.

Namun, menurut Bambang dapen di Indonesia belum siap untuk “puasa” atau tidak mendapatkan imbal hasil dalam jangka pendek dan menengah. Pasalnya, pembangunan infrastruktur adalah proyek jangka panjang.

“Kami mengerti ini merupakan hal baru, tapi mereka harusnya bisa menyisihkan 10% untuk investasi langsung, karena itulah kami memberi pilihan tidak hanya direct equity financing tapi juga reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dan perpetual bond yang akan disempurnakan lagi aturannya,” ujar Bambang, seperti dilansir metrotvnews.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here