Pemerintah Berharap Pengusaha Optimalkan Dry Port dan PLB

0
507
Cikarang Dry Port. (Foto: Jababeka)

Jakarta – (suaracargo.com)

Untuk mengoptimalkan kapasitas pelabuhan kering dan pusat logistik berikat, pemerintah mengimbau para importir untuk mulai beralih menggunakan kedua program tersebut guna menurunkan dwelling time.

Bay M Hasani, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, mengatakan bahwa Kemenko Maritim ingin mengevaluasi kinerja pelabuhan kering Cikarang Dry Port. Pasalnya, tingkat keterisian kapasitas yang belum maksimal membutuhkan sosialisasi yang komprehensif antara pelaku usaha, pemerintah, dan importir.

“Dikumpulkan dulu ini semua importir, duduk bersama kami akan menjelaskan untung dan ruginya dari dry port ini, kelebihannya apa dibandingkan Pelabuhan Tanjung Priok,” ungkap Bay usai rapat tentang dry port di Gedung BPPT, Kemenko Maritim, Senin (17/10/2016).

Dia menyebutkan juga bahwa sosialisasi ini penting untuk menyamakan persepsi antara para pemangku kepentingan. Dalam sosialisasi tersebut, Bay juga mengakui pemerintah akan memberikan sejumlah pemaparan tentang perbedaan tarif dan regulasi di Pelabuhan Tanjung Priok dan di Cikarang Dry Port.

“Di Pelabuhan Tanjung Priok ini hanya satu hari free, setelah dari tiga hari bisa terkena tarif progresif. Nanti hal-hal seperti itu bisa dibahas juga dengan CDP,” sambungnya, seperti dilansir bisnis.com.

Sekretaris Jenderal Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Achmad Ridwan mengatakan, ada beberapa kendala yang membuat para importir tidak banyak memanfaatkan dry port. Salah satunya adalah karena lokasi dry port tersebut tidak sesuai dengan kawasan industri yang dituju.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here