Pemerintah Lebih Prioritaskan Penyebrangan Merak – Bakauheni Daripada JSS

0
304
Kapal Roro di Pelabuhan Bakauheni (wikipedia.org)
Kapal Roro di Pelabuhan Bakauheni (wikipedia.org)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menjadikan Jembatan Selat Sunda sebagai proyek infrastruktur prioritas. Sebagai gantinya, penyeberangan antara Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni akan dikembangkan.

Sebagaimana dikutip dari dokumen Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan dilansir oleh medanbisnisdaily.com, Selasa (18/11/2014), kondisi penyeberangan Merak-Bakauheni pada 2014 adalah sebagai berikut:

* Lintas tersedia 105 trip per hari.
* Pengadaan kapal oleh pemerintah 3 unit selama 2010-2014.
* Jumlah kapal pada 2014 sebanyak 54 unit.

Untuk pengembangan sepanjang 2015-2019, pemerintahan Jokowi punya lima agenda. Pertama adalah percepatan Dermaga VI sisi Merak. Kedua adalah rehabilitasi Dermaga IV yang rusak di sisi Bakauheni. Ketiga adalah pembangunan Dermaga VII. Keempat adalah pengadaan kapal. Kelima adalah peningkatan trip menjadi 150 per hari pada 2019.

Untuk pembangunan Dermaga VII, butuh pendanaan sebesar Rp 700 miliar. Teknisnya suda siap dibangun 2015, tetapi dana belum tersedia. Sementara untuk rehabilitasi Dermaga IV, dibutuhkan dana Rp 400 miliar. Lalu untuk percepatan Dermaga VI perlu biaya Rp 40 miliar.

Sedangkan untuk pengadaan 6 unit kapal butuh dana Rp 1,2 triliun selama 5 tahun. Dengan begitu, total dana yang dibutuhkan untuk memperkuat penyeberangan Merak-Bakauheni adalah Rp 2,34 triliun.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here