Pemerintah Pastikan Pengerjaan Tol Trans Sumatera April 2015

0
405
Ilustrasi Truk Barang  (sindonews.com)
Ilustrasi Penyeberangan Truk Barang
(sindonews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Setelah sempat diragukan realisasinya, Presiden Joko Widodo akhirnya memastikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera akan mulai dikerjakan pada April 2015 ini.

Sebagaimana dilansir koran-jakarta.com, kepastian pengerjaan proyek tol ini disampaikan Presiden saat Sidang Kabinet Terbatas di Jakarta, Kamis (05/03/2015) lalu. Rapat tersebut dihadiri Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno, Menteri Agraria Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Banten Rano Karno, serta para pejabat BUMN terkait.

Tak sekedar membangun Jalan Tol Trans Sumatera, Presiden juga meminta kepada para pembantunya untuk merevitalisasi pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni dan kawasan ekonomi khusus di Sumatera. Perintah Presiden ini sebagai manifestasi dari hasil kunjungan kerjanya ke Sumatera tiga bulan lalu.

Ketika itu, Presiden mengatakan, agar pembangunan tidak terpusat di wilayah Pulau Jawa saja, pemerintah akan mengembangkan kawasan terpadu di Sumatera, lebih khusus di Lampung. Presiden juga berjanji akan meningkatkan pembangunan infrastruktur di bidang jalan, pelabuhan, energi, dan bidang pertanian di Provinsi Lampung. Selain itu, Presiden juga menargetkan lima tahun ke depan, Sumatera akan bebas dari krisis listrik.

Menurut Presiden, perencanaan pengembangan pembangunan terkait dengan konektivitas dan integrasi antarkawasan harus berjangka panjang, yakni pengembangan 50 tahun ke depan seperti apa, 100 tahun ke depan seperti apa.

Seperti diketahui, Tol Trans Sumatera terbagi menjadi empat koridor utama dan tiga koridor prioritas jaringan jalan tol di Sumatera. Keempat koridor utama jaringan meliputi Lampung-Palembang sepanjang 358 kilometer (km), Palembang-Pekanbaru 610 km, Pekanbaru-Medan 548 km, dan Medan-Banda Aceh sepanjang 460 km.

Tiga koridor prioritas pembangunan, antara lain jalan Palembang-Bengkulu sepanjang 303 km, Pekanbaru-Padang 242 km, dan Medan-Sibolga sejauh 175 km. Kita sangat berharap, Tol Trans Sumatera terealisasi. Sebab, manfaatnya bukan saja menjadikan wilayah pertumbuhan baru tapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat Sumatera. Lebih dari itu, daerah-daerah yang semula tertinggal jauh dengan Jawa menjadi terhubung dan berkembang sesuai dengan potensinya.

Ya, infrastruktur yang buruk merupakan penghambat utama Pulau Sumatera untuk mengejar perkembangan Pulau Jawa. Terbukti, Provinsi Lampung yang dekat Jawa justru menempati urutan ketiga sebagai provinsi termiskin di Sumatera dan provinsi termiskin kedelapan se-Indonesia. Kondisi infrastrukur Lampung yang buruk menyebabkan para petani kehabisan ongkos untuk transportasi. Dengan kata lain, biayanya terlalu tinggi sehingga keuntungan tipis.

Pemerintah pusat memang harus menopang pembangunan infrastruktur di Sumatera. Saat ini, kualitas jalan nasional di Sumatera kebanyakan berupa jalan kelas tiga yang hanya mampu menampung beban maksimal 10 ton. Di sisi lain, kendaraan pengangkut barang sekarang rata-rata mengangkut muatan lebih dari 10 ton. Beratnya beban ini membuat jalan di Sumatera cepat rusak.

Pemerintah pusat juga diharapkan segera merealisasikan jalan tol trans-Sumatera dan memperbaiki infrastruktur penyeberangan yang selama ini menjadi bottleneck atau penyebab terjadinya hambatan pengiriman barang. Barang-barang yang masuk maupun keluar Lampung menjadi mahal karena membutuhkan waktu yang lama dan biaya besar saat diangkut melewati penyeberangan itu.

Terpenting lagi, pemerintah harus merealisasikan janji-janjinya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi dan industri Sumatera. Sebab, saat ini pemerintah telah memiliki dana dari kebijakan pengalihan subsidi BBM sekitar 150 triliun rupiah. Dana tersebut harus dialokasikan untuk membangun infrastruktur.

Ketersediaan infrastruktur di suatu daerah menjadi salah satu sektor yang harus dipenuhi untuk dapat membantu dan memudahkan berkembangnya kegiatan ekonomi serta mobilitas masyarakat di daerah tersebut. Infrastruktur yang memadai juga akan menjadi daya tarik bagi para investor untuk berinvestasi di daerah tersebut. Maka, pembangunan infrastruktur sangat perlu dilakukan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here