Pemerintah Percepat Pembangunan Pelabuhan Patimban

0
513

Sejumlah sepeda motor melintas di dermaga menuju kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (29/3). Pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk kembali beroperasi seperti biasa setelah sempat ditutup terkait perayaan hari raya Nyepi umat Hindu di Bali. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww/17.

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah ingin agar pembangunan Pelabuhan Patimban bisa segera dilaksanakan. Mereka ingin agar pada 2019 pembangunan Pelabuhan Patimban Tahap 1 bisa selesai dan dimanfaatkan. Agar keinginan tersebut bisa segera tercapai, pemerintah membentuk Tim Percepatan Pembangunan Pelabuhan Patimban. Pembentukan tim tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. 255 Tahun 2017 tentang Tim Percepatan Pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat.

Dalam keputusan yang ditandatangani Budi Karya Sumadi, Februari lalu tersebut, ti, satunya beranggotakan para ahli. Tim ahli tersebut bertugas untuk memberikan saran dan masukan terhadap satuan kerja pembangunan Pelabuhan Patimban terkait perencanaan, desain, pembangunan dan pengoperasian pelabuhan yang mendapatkan gelontoran pinjaman Jepang senilai US$ 1,7 miliar tersebut

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan kepada Kontan baru- baru ini mengatakan, tim dibentuk untuk membantu pemerintah dalam menyesuaikan konsep pembangunan Pelabuhan Patimban dengan konsep Jepang. “Untuk itu, karena Jepang itu kan ketat, disiplin, kami tidak ingin kedodoran,” katanya, seperti dilansir kontan.co.id.

Ridwan Djamaludin, Deputi Menko Kemaritiman Bidang Infrastruktur mengatakan, selain menyamakan konsep, tim juga dibentuk untuk menjembatani pembahasan masalah dalam pembangunan pelabuhan tersebut. Dia bilang beberapa waktu lalu pemerintah Indonesia dan Jepang sempat mendapatkan tantangan dalam pembahasan pinjaman untuk proyek tersebut dan masa pengembaliannya.

Masalah juga berkaitan dengan penggunaan kandungan lokal dalam pembangunan pelabuhan tersebut. “Jujur ada tantangan di awal, soal kandungan lokal yang harus dihitung, pinjamannya,” katanya kepada KONTAN tanpa merinci masalah tersebut.

Ridwan mengatakan, berkat komunikasi yang dilakukan bersama tim, masalah tersebut berhasil diatasi. Berkaitan dengan pinjaman, dia klaim bahwa sudah ada arah positif bagi Indonesia untuk bisa mengembalikan utang dengan bunga rendah dan waktu panjang.

Sementara itu untuk kandungan lokal, rencananya persentasenya akan mencapai 30%. “Sepakat resmi memang belum, tapi arahnya sudah ke sana,” katanya.

Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat untuk kerjasama dalam membangun Pelabuhan Patimban. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang dilakukan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Manteri Jepang, Shinzu Abe pertengahan Januari 2015 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, dua negara sepakat mulai pembangunan awal 2018. Untuk menuju target tersebut, pemerintah Indonesia maupun Jepang juga bersepakat membentuk persahaan patungan.

Reporter: Agus Triyono
Editor : M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here