Pemerintah Perlu Bangun Pelabuhan Induk di Muara Sungai Mentaya

0
764
Sungai Mentaya Merupakan Sungai Utama yang Dapat Dilayari Perahu Bermotor (beritadaerah.co.id)

Sampit – (suaracargo.com)

Wakil Ketua DPRD Kotim Parimus mengatakan, pemerintah mulai sekarang hendaknya membuka terobosan baru dengan membangun pelabuhan induk di kawasan muara sungai Mentaya. Menurutn Parimus, terobosan itu merupakan salah satu persiapan untuk menuju boomingnya produksi Crude Palm Oil (CPO) dalam waktu 3-4 tahun ke depan.

“Mulai sekarang ini sudah saatnya pemerintah bangun infrastruktur untuk menghadapi boomingnya sektor perkebunan ini, salah satunya dengan persiapan pelabuhan dan jalan khusus ,” imbuhnya.

Dilanjutkan oleh Parimus, untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pengembang bisa mengusahakan pembiayaan ke pemerintah pusat dengan menggunakan dana APBN. Apalagi, lanjut Primus, program pemerintahan terkini untuk bidang kelautan sangat digalakan.

“Kenapa tidak kita upayakan lobi ke pusat, karena sektor pelabuhan di Kotim ini sangat menjanjikan dan ini bisa menjadi terobosan dari pemerintah daerah dan kami dari DPRD akan ikut serta membantu pemerintah jika memang mau serius untuk hal ini,” papar Ketua DPC Demokrat Kotim ini, seperti dilansir prokal.co.

Menurut Parimus, persiapan yang dilakukan pemerintah itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi ragam investasi di Kotim, baik itu sektor angkutan hingga ke dampak lainnya. Dirinya sendiri yakin, pelabuhan laut tersebut akan memiliki dampak luar biasa bagi Kotim. Pertumbuhan ekonomi akan meningkat sangat pesat. Serapan tenaga kerja lokal dan invansi modal juga mengalami kenaikan yang signifikan di Kotim ini.

Ditambahkannya, jika saat ini pelabuhan masih mengandalkan pelabuhan sungai di dalam alur sungai Mentaya, hal itu tentunya akan menjadi kendala besar. Kendala itu terjadi karena akan banyak muncul terminal khusus ilegal. Hal itu menurutnya, berpotensi merugikan negara dan juga pemerintah sendiri. Pemerintah harus berpikir untuk mengeruk sungai Mentaya yang mulai mendangkal. ”Opsi satu-satunya disiapakn pelabuhan laut dari sekarang, serta infrastruktur jalannya,” tukas Parimus.

Di lain hal, dia juga menyatakan kini truk-truk besar mulai melewati jalur perkotaan, lantaran jalan lingkar tidak difungsikan. Apabila jika jalur itu difungsikan secara maksimal, maka lalu intas dalam kota yang macet bisa ditekan seminimal mungkin.

”Pemerintah juga harus buat mulai sekarang, badan jalan khusus untuk angkutan agar tidak lewat jalan umum. Karena jika tidak dimulai dari sekarang, kedepanya akan sulit dan perencanaan kota yang nyaman itu dimulai dari sekarang pengembanganya,” pungkas Parimus.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here