Pemerintah Sebaiknya Jalankan Cetak Biru Sislognas Yang Sudah Ada, Kata Kadin

0
202

Jakarta – (suaracargo.com)

– Pelaku usaha logistik mendesak pemerintahan baru agar lebih serius membenahi sistem logistik nasional. Pasalnya, meski daya saing logistik Indonesia mengalami penigkatan selama tiga tahun terakhir, namun biaya logistik Indonesia secara keseluruhan masih dinilai lebih boros ketimbang negara-negara lain di ASEAN.

“Infrastruktur logistik kita masih buruk. Kami khawatir, kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri dalam bisnis logistik nasional,” ujar Carmelita Hartoto, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) bidang logistik, dalam konferensi pers di Hotel Sahid, Jakarta (21/10/2014), seperti dilansir jurnalmaritim.com.

Menurut Carmelita, pemerintahan mendatang sudah tidak punya waktu banyak lagi untuk membuat kajian tentang Sistem Logistik Nasional karena tantangan perdagangan bebas ASEAN 2015 sudah di depan mata. Sementara itu, Cetak Biru Sistem Logistik Nasional yang sudah dicanangkan pemerintahan sebelumnya dirasa sudah cukup baik, hanya implementasinya saja yang belum optimal.

“Jalankan saja apa yang sudah ada,” tegas wanita yang juga Ketua Umum Indonesia National Shipowners’ Association (INSA).

Para pelaku usaha logistik sendiri mengaku optimis dalam menghadapi tantangan masyarakat ekonomi ASEAN 2015. Mereka berharap kepada pemerintah agar membuka pintu kerja sama investasi yang luas bagi swasta dalam pembangunan infrastruktur logistik nasional.

Dalam peringkat yang dibuat Bank Dunia mengenai performa logistik atau Logistic Performance Index (LPI), posisi Indonesia naik ke posisi 53 pada 2014. Dua tahun sebelumnya, Indonesia berada pada posisi ke-59.

Laporan itu menempatkan Singapura pada peringkat ke-5, Malaysia peringkat ke-25, dan Thailand peringkat ke-35. Indonesia hanya berdekatan dengan Vietnam di peringkat ke-48.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY