Pemerintah: Tol Laut Tidak Abaikan Pelayaran Rakyat

0
325
ilustrasi buruh pelabuhan (industri.bisnis.com)
ilustrasi buruh pelabuhan (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah berjanji pengembangan tol laut tidak akan mengesampingkan pelayaran rakyat yang mengunakan kapal-kapal kayu tradisional. Pasalnya, pemerintah menilai pelayaran rakyat sebagai pelayaran yang vital bagi masyarakat untuk distribusi barang atau orang dari satu daerah ke daerah lain.

“Pelayaran rakyat perlu diperhatikan karena kalau sistem tol laut atau pendulum nasional itu menggunakan kapal besar, siapa yang nanti menyalurkan barang melalui sungai-sungai ke berbagai daerah?” ujar Direktur Transportasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Prihantono di Jakarta, Selasa (18/7/2015).

Sebenarnya, kata Bambang, pembangunan tol laut bukan berarti mengabaikan pelayaran rakyat. Bahkan, ucap dia, dalam rencana pembangunan tol laut, pemerintah juga akan melakukan revitalisasi pelayaran rakyat.

Pemerintah memandang perlunya percepatan perumusan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pelayaran rakyat dan pengembangan standart sparepart kapal kayu. Selain itu, pemerintah juga menganggap perlu adanya suplai barang dari BUMN untuk lebih menghidupkan pelayaran rakyat.

Menurut Bambang, pelayaran rakyat justru sangat penting bagi kesuksesan tol laut nantinya. Kapal-kapal kecil yang biasa digunakan dalam pelayaran rakyat bisa mendistribusikan barang-barang dari pelabuhan-pelabuhan utama tol laut ke berbagai daerah.

Pada 2016, implementasi tol laut akan mulai mengembangkan industri galangan kapal bersama BUMN, pengembangan pelabuhan subsider, pengembangan pelayaran rakyat, dan pengembangan multi moda dati dan ke pelabuhan.

“Pemerintah pada 2016 nanti Rp menganggarkan Rp 34,4 triliun dimana untuk transportasi laut Rp 13,6 triliun, untuk angkutan penyeberangan Rp 5,4 triliun, khusus untuk pengembangan pelabuhan oleh Pelindo Rp15,2 triliun,” ucap Bambang, seperti dilansir kompas.com.

“Kalau di Batam misalnya pass masuknya Rp 60.000, kita masih di bawah itulah. Nanti sebelum kita berlakukan tetap akan kita lakukan sosialisasi lebih dulu,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here