Pemkab Aceh Tamiang Gulirkan Ide Pembangunan Pelabuhan Darat

0
152
Cikarang Dry Port. (Foto: Jababeka)

Aceh Tamiang – (suaracargo.com)

Untuk mendukung kawasan ekonomi baru Aceh, Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati juga menggelontorkan ide pelabuhan darat. ide itu digulirkan karena selama ini berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk memajukan pelabuhan laut yang ada di Aceh. Namun, pelabuhan di sana tidak juga kunjung maju sehingga harus ada alternative baru dalam rangka menciptakan pemasukan pendapatan untuk Aceh. Sementara itu, pelabuhan ekspor impor di Belawan antrian kapalnya sudah sangat panjang.

Untuk membongkar barang dari satu kapal, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai seminggu sehingga merugikan pengusaha. Pengusaha yang mengekspor komoditi Aceh juga harus antri di Belawan. Peluang inilah yang di tawarkan Aceh Tamiang, yang merupakan daerah pintu gerbang keluar masuk Aceh menuju Sumatera Utara untuk membangun pelabuhan darat di perbatasan Aceh Tamiang itu, dimana di kawasan itu sudah ada pihak bea cukai.

Semua barang yang keluar Aceh harus menggunakan peti kemas sehingga masuk pelabuhan Belawan tinggal diangkut ke kapal saja. Di pelabuhan Belawan tidak perlu lagi dilakukan pemeriksaan karena barang-barang itu telah diperiksa dan di-packing di pelabuhan darat Aceh Tamiang. “Untuk mewujudkan pelabuhan darat ini, butuh dukungan Gubenur berupa Pergub yang mengatur komoditi keluar dari Aceh menggunakan peti kemas,” ujarnya, seperti dilansir aceh.tribunnews.com.

Sedangkan pembangunan pabrik semen yang dilakukan PT Tripa Semen Aceh (PT.TSA) di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang terus berjalan. Saat ini, PT TSA masih tahap mengurus dokumen Amdal. “Menyangkut perizinan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2013, tentang tata laksana penilaian dan pemeriksaan dokumen lingkungan hidup serta penerbitan izin lingkungan,” ujarnya.

Perusahaan ini nantinya akan mampu menampung ribuan tenaga kerja putra putri Aceh Tamiang sehingga secara otomatis mendorong pertumbuhan perekonomian. Pabrik semen ini direncanakan akan beroperasi pada tahun 2017 mendatang dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 ton perhari.

Terobosan lain yang dilakukan Pemkab Tamiang untuk meningkatan PAD adalah membentuk beberapa badan usaha milik daerah (BUMD) yang mengelola sumur minyak tua eks Belanda tahuan 1970an. Saat ini, pembangunan itu sedang dalam proses negosiasi dengan PT Pertamina. DPRK Aceh Tamiang juga telah mengesahkan qanuan penyertaan modal terhadap BUMD Tamiang ini, jika ini berjalan maka PAD Tamiang meningkat drastis beberapa tahun ke depan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY