Pemkab Aceh Utara Nilai Pemanfaatan Pelabuhan Krueng Geukeuh Kurang Maksimal

0
240
Pelabuhan Krueng Geukeuh (acehterkini.com)
Pelabuhan Krueng Geukeuh (acehterkini.com)

Banda Aceh – (suaracargo.com)

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menilai pemanfaatan Pelabuhan Krueng Geukeuh belum maksimal sebagai pelabuhan ekspor. Oleh karena itu, pemkab meminta dukungan pemerintah pusat dan Pemprov Aceh untuk meningkatkan utilitas pelabuhan.

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib mengakui, minimnya pemanfaatan pelabuhan tersebut diakibatkan adanya keterbatasan infrastruktur dan rute pelayaran. Keterbatasan infrastruktur di pelabuhan itu antara lain, peti kemas dan air bersih. Sementara itu, untuk rute pelayaran yang ada hanya tujuan Porkland, Malaysia. Akibat keterbatasan tersebut, para eksportir banyak yang lebih memilih menggunakan Pelabuhan Belawan yang ada di Sumatra Utara.

“Rute lainnya belum ada, bahkan ke pelabuhan lain di Indonesia, seperti Surabaya, sehingga aktivitas di pelabuhan ini juga masih terbatas. Per minggu hanya ada enam kapal untuk barang impor, sementara ekspor tidak ada,” tutur Thaib pada hari Kamis (29/1/2015), sebagaimana dilansir bisnis.com.

Thaib berharap, di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan program tol lautnya, aktivitas dan pemanfaatan Pelabuhan Krueng Geukeuh akan meningkat. Adapun saat ini, dia menyebutkan, terdapat delapan daerah penghasil komoditas ekspor yang seluruh kegiatannya melalui Belawan. Daerah-daerah yang dimaksud adalah Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Bireuen, Sigli, Pidie Jaya, Aceh Utara dan Lhoksumawe. “Daerah tersebut memiliki potensi komoditas ekspor yang tinggi, seperti kopi piang, kakao, dan kopra. Tapi semuanya masih melalui Belawan,” tambah Thaib.

Senada dengan bupati, Ketua Kadin Aceh Utara Moni Alwi menuturkan, perkembangan pemanfaatan Pelabuhan Krueng Geukeuh membuatnya pesimistis. Padahal, menurutnya pemerintah pusat telah membantu mendorong tingkat utilitas melalui regulasi izin ekspor impor ratusan mata barang dari Kementerian Perdagangan.

“Permendag No.61/2013 tersebut sebenarnya telah memberikan keleluasaan untuk ekspor dan impor di pelabuhan ini, tapi hingga saat ini tidak ada perkembangan berarti,” ujar Moni. Moni beralasan, Pemkab Aceh Utara kurang memberi perhatian pada pelaku usaha terutama eksportir dan importir. Akibatnya, di Aceh Utara hampir tidak ada eksportir dan importir profesional.

Lebih lanjut, menurut Moni, pemkab seharusnya dapat menggandeng eksportir dan importir untuk melakukan ekspansi melalui pelabuhan tersebut, melalui regulasi daerah, misalnya. “Kemitraan kami dengan pemkab juga tidak optimal. Kami merasa tidak dilibatkan dalam setiap kebijakan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Berdasarkan data BPS Aceh per November 2014, masih ada komoditas yang diekspor melalui Pelabuhan Belawan dengan total US$43,59 juta atau 0,7% dari total ekspor Aceh. Komoditas yang diekspor melalui Belawan adalah kopi arabika dan robusta US$179.400 menuju Amerika Serikat dan Taiwan. Komoditas lainnya yakni karet dan barang dari karet US$276.755 menuju Malaysia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY