Pemkab Indramayu Susun Studi Kelayakan Pelabuhan Cantigi

0
294

Indramayu – (suaracargo.com)

Bupati Indramayu, Anna Sophanah, mengatakan bahwa studi kelayakan/feasibility studies mengenai pelabuhan samudera di Kecamatan Cantigi sudah mulai disusun. Setelah selesai disusun nanti, studi kelayakan tersebut akan ditawarkan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan.

Anna mengatakan hal tersebut di sela-sela Rapat Paripurna di Gedung DPRD Indramayu, Selasa (18/11/2014), terkait adanya rencana pemindahan pelabuhan yang sedianya di Cilamaya, Kabupaten Karawang ke wilayah Kabupaten Indramayu.

Dia juga menuturkan bahwa dia sangat mengharapkan rencana pelabuhan internasional yang saat ini sedang diwacanakan bisa direalisasikan di Kabupaten Indramayu.

Terkait hasil survey lokasi yang dilakukan Wakil Gubernur Deddy Mizwar ke Balongan, Anna mengaku masih belum mengetahui prospek wilayah tersebut untuk dijadikan pelabuhan pengganti Cilamaya.

“Kemarin-kemarin Wagub Deddy Mizwar melihat ke Balongan untuk mempertimbangkan pelabuhan di sana. Sebenarnya, mau di Balongan, Cantigi, atau dimanapun, asalkan masih Indramayu, saya berharap pelabuhan bisa terealisasikan,” ujarnya, sebagaimana dilansir pikiran-rakyat.com.

Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Taufik Hidayat menuturkan bahwa pihaknya menyambut positif rencana pelabuhan besar di Kabupaten Indramayu. Menurut Taufik, pelabuhan samudera telah masuk dalam Rancangan Tata Ruang/Wilayah Kabupaten Indramayu.

“Selain pelabuhan khusus untuk migas, di RTRW 2013 juga telah dimasukkan untuk pelabuhan samudra. Itu disingkronkan dengan 12 kementrian,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa, masuknya pelabuhan dalam RTRW Indramayu telah terintegrasi dengan pembangunan nasional. Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, kata Taufik, selama ini telah padat. “Sekarang tinggal bagaimana kita bisa menangkap peluang. Ruang di Kabupaten Indramayu bisa menjadi alternatif,” katanya.

Terkait dengan rencana pelabuhan samudera di Desa/Kecamatan Cantigi, dia menjelaskan tentang kontur geografis di wilayah tersebut. Menurut Taufik, kedalaman laut di wilayah Cantigi cukup memenuhi persyaratan dan tingkat sedimentasinya pun sangat kecil.

Dia juga menilai, kehadiran pelabuhan samudera di wilayah Kabupaten Indramayu akan memberikan efek domino yang positif dalam kehidupan perekonomian.

Terlebih lagi, saat ini juga berbagai pembangunan infrastruktur sedang dilaksanakan di sana. Infrastruktur yang dibangun diantaranya BIJB Kertajati beserta tol penghubungnya, hingga rel kereta api double track pantura yang telah ada.

“Akses tol maupun aerocity akan berbatasan dengan kita. Di wilayah Terisi saat ini telah dibangun interchange yang mengarah ke Jangga, kemudian pantura. Saya pikir semua model pembangunan yang ada sekarang saling menunjang,” katanya.

Dia juga menambahkan, hal yang perlu dilakukan Pemkab Indramayu adalah menjaga kondusifitas daerahnya agar bisa menjadi daya tarik investasi. Selain itu, menurut penilaian Taufik, kemudahan berinvenstasi dari segi perizinan prinsip, peruntukkan, dan lainnya, perlu diupayakan oleh Pemkab Indramayu.

“Itu sebagai pendukung dari pembangunan yang saat ini tengah berlangsung di sejumlah daerah Jabar yang bersinggungan pula dengan Indramayu. Harus disiapkan segala sesuatunya,” tutur dia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY