Pemkab Karawang Optimistis Pelabuhan Cilamaya Tetap Dibangun

0
341
ilustrasi pengerjaan pembangunan pelabuhan (inilah.com)
ilustrasi pengerjaan pembangunan pelabuhan (inilah.com)

Karawang – (suaracargo.com)

Pemkab Karawang optimistis rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya bakal terealisasi di wilayah itu. Kendati beberapa waktu lalu, rencana tersebut sempat mendapat penolakan dari ratusan nelayan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karawang, Samsuri mengatakan, wilayahnya merupakan salah satu daerah industri terbesar di Jabar. Oleh karena itu, kebutuhan infrastruktur di sana pun cukup tinggi. Sehingga, kata dia, pembangunan pelabuhan ini sudah mendesak.

Pelabuhan ini bakal membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur industri di wilayah kami. Apalagi saat ini kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok yang biasa digunakan perusahaan untuk ekspor hasil produksi, kondisinya sudah overload, ujar Samsuri, Minggu (15/3/2015), sebagaimana dilansir inilah.com.

Dirinya pun optimis megaproyek ini bakal terealisasi. Apalagi, ada sinyalemen dari pusat melalui Kementerian Perhubungan soal pembangunan infrastruktur tersebut. Selain itu, sudah ada kajian, baik dari swasta maupun pemkab. Bahkan, saat ini rancangan tata ruang dan wilayah (RTRW) Karawang sudah berubah mengikuti perubahan RTRW nasional.

Soal pelabuhan ini, sudah lama dibahas. Baik oleh pusat maupun provinsi. Alasan kenapa di pilih Karawang, karena jaraknya yang dekat dengan ibu kota, jelas dia. Pelabuhan ini, sebut dia, nantinya bisa menjadi penunjang ekspor dari hasil industri. Baik industri yang ada di Karawang maupun dari perusahaan yang ada di Bekasi.

Yang akan membutuhkan pelabuhan ini bukan Karawang saja. Nantinya, hasil industri dari Bekasi juga akan menggunakan jasa Pelabuhan Cilamaya, tambah dia.

Dia mengakui bahwa rencana pembangunan pelabuhan ini memang menuai kontroversi. Bahkan, banyak pihak yang menentang. Akan tetapi, pihaknya tetap yakin di era pemerintahan Jokowi-JK ini, pelabuhan tersebut akan terealisasi. Dia juga menambahkan, pelabuhan ini akan dibangun di sekitar Desa Ciparage Jaya, Kecamatan Tempuran dengan lahan yang dibutuhkan sekitar 240 hektare. Lahan tersebut bukan dari daratan, melainkan menjorok ke tengah laut.

Sementara itu, Sekda Karawang Teddy Rusfendi Sutisna berharap, jika pembangunan pelabuhan ini jadi dilaksanakan, pemkab bisa menguasai sebagian lahannya. Alasannya, supaya ada pembagian pendapatan yang bisa masuk ke kas daerah. Nantinya, pendapatan tersebut bisa digunakan bagi peningkatan pelayanan publik.

“Kami harap lahan pelabuhan ini tak semuanya dikuasai pihak lain. Apalagi pelabuhan tersebut berada di wilayah Karawang. Jadi harus ada pembagian antara pemda dengan pihak yang akan mengelola infrastruktur tersebut,” imbuh dia. Menurutnya, harus ada lahan yang dikuasi pemerintah daerah. Supaya lahan tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Jadi, bisa saja masyarakat pesisir diberdayakan jadi pekerja di pelabuhan, pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here