Pemkab Luwu Timur Berlakukan Bea Masuk Pelabuhan

0
582
Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (ASDP) Dishubkominfo , Faharuddin, mengatakan pelabuhan yang terkena retribusi pelayanan antara lain pelabuhan Sorowako dan Nuha, di Kecamatan Nuha selanjutnya pelabuhan Timampu, Tokalimbo, Lambatu dan Lengkobale di Kecamatan Towuti.
Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (ASDP) Dishubkominfo , Faharuddin, mengatakan pelabuhan yang terkena retribusi pelayanan antara lain pelabuhan Sorowako dan Nuha, di Kecamatan Nuha selanjutnya pelabuhan Timampu, Tokalimbo, Lambatu dan Lengkobale di Kecamatan Towuti.

Luwu Timur – (suaracargo.com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur, akan segera menarik retribusi pelayanan di pelabuhan.

Penarikan retisbusi tersebut dilakukan pasca ditetapkannya peraturan daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2015 tentang retribusi pelayanan kepelabuhan.

Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (ASDP) Dishubkominfo , Faharuddin mengatakan, pelabuhan yang terkena retribusi pelayanan antara lain pelabuhan Sorowako dan Nuha, di Kecamatan Nuha selanjutnya pelabuhan Timampu, Tokalimbo, Lambatu dan Lengkobale di Kecamatan r Towuti.

Ia menggambarkan besarnya retribusi jasa tambat/labuh kapal tergantung jenisnya, untuk getek atau perahu penyebrangan rakyat dikenakan Rp. 1000,- sekali tambat perhari, Sedangkan untuk speed boat dan kapal, retribusi akan disesuaikan dengan jenisnya. Sama halnya dengan kendaraan bermotor, baik itu sepeda, motor hingga mobil, besaran penarikan retribusinya juga disesuaikan dengan jenisnya.

“masuk pelabuhan bagi penumpang, pengantar ataupun penjemput untuk dewasa sebesar Rp 2000,- dan anak-anak Rp 1000,- perorang sekali masuk. Pemakaian ruangan dalam pelabuhan untuk rumah makan, warung atau cafeteria dibebankan sebesar Rp 100.000, perbulan sementara kios sebesar Rp 75.000,- perbulan“ ujar Faharuddin, Senin (14/6/2015), seperti dilansir makassar.tribunnews.com.

“Semua TPS di Priok harus mengikuti aturan yang saat ini diminta oleh Bea dan Cukai, khususnya mengenai sistem pengamanan overbrengen peti kemas elektronik. Saya kira langkah Bea Cukai sudah benar, tapi harus ada sanksi tegas bagi TPS yang melanggar,” ucapnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here