Pemkab Subang Jamin Ketersediaan Lahan Proyek Pembangunan Patimban

0
616
Sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan finishing pembatas jalan di atas dermaga pelabuhan Patimban di Desa Patimban, Subang, Jawa Barat, Ahad 7 Desember 2014. TEMPO/Nanang Sutisna

Subang – (suaracargo.com)

Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjamin ketersediaan lahan buat pembangunan pelabuhan internasional Patimban di pesisir Pantai Utara (Pantura) Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara. Pembangunan pelabuhan itu rencananya akan mulai dibangun medio 2017. “Soal pengadaan lahan seluas 300 hektare tanah darat, sudah oke,” kata pelaksana tugas Bupati Subang, Imas Aryumningsih, saat ditemui Tempo, setelah memimpin apel pagi, Senin, 14 November 2016.

Imas mengaku, dirinya telah mengikuti rapat koordinasi percepatan tahap pembangunan pelabuhan internasional Patimban di Jakarta bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Menko Kemaritiman, pekan lalu. Saat itu, Imas mengaku sudah menanyakan kesiapan pemerintah pusat untuk pengadaan dana pembebasan lahannya. “Mereka mengatakan siap untuk segera berkoordinasi dengan Menteri Keuangan,” tuturnya.

Imas mengungkapkan, total pengadaan lahan buat pelabuhan internasional Patimban sebagai penyangga pelabuhan internasional Tanjung Priok tersebut 600 hektare. Lahan terebut terdiri atas 300 hektare lahan darat dan 300 hektare lahan di lepas pantai.

Ditanya ihwal maraknya praktek percaloan di lokasi pelabuhan, Imas menegaskan, tidak ada masalah. “Enggak ada masalah. Sebab, saat pembebasan harga yang akan diberlakukan sesuai dengan penghitungan konsultan independen atau appraisal,” ujar Imas.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Subang Komir Bastaman mengatakan, harga lahan di pantai Patimban saat ini adalah Rp 14 ribu per meter persegi. “Itu sesuai dengan nilai jual,” ujarnya. Jika ada spekulan atau calo tanah yang membeli dengan harga tinggi, risikonya dipastikan akan merugi.

Komir menjelaskan, saat ini, Pemerintah Kabupaten Subang sudah menyediakan lahan buat akses jalan masuk dan keluar yang menghubungkan antara pantai Patimban yang semula dibangun sebagai pelabuhan regional itu dengan jalur utama Pantura sepanjang 10 kilometer dan lebar 20 meter.

Setelah ditingkatkan statusnya menjadi pelabuhan internasional, panjang dan lebar jalannya harus diubah. Sebab, aksesnya akan ditambah sampai jalan tol Cipali dan lebarnya ditentukan sekitar 60 meter.

Penulis: Nanang Sutisna
Editor : M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY