Pemprov Harapkan Menhub Aktifkan Pelabuhan di Aceh

0
519
(Analisa/muhammad saman) TINJAU: Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan didampingi Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf  meninjau Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Senin (1/12).
(Analisa/muhammad saman) TINJAU: Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan didampingi Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf meninjau Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Senin (1/12).

Banda Aceh – (suaracargo.com)

Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan, diharapkan dapat mengaktifkan pelabuhan-pelabuhan di Aceh agar daerah istimewa itu tidak lagi tergantung pada daerah lain untuk berbagai keperluan pengangkutan barang.

Permintaan itu disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, saat menerima kunjungan kerja (kunker) Menhub beserta jajaran di ruang kerjanya, Senin, (1/12). Kunjungan Menhub itu dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh terkait apa saja yang dapat dilakukan oleh Kemenhub untuk Aceh.

Wagub berharap, dengan pengaktifan pelabuhan-pelabuhan di Aceh dapat menyebabkan terserapnya tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran. “Jika pelabuhan-pelabuhan di Aceh berjalan dengan aktif, banyak tenaga kerja terserap dan angka pengangguran menurun, sehingga masyarakat Aceh sejahtera,” katanya, sebagaimana dilansir analisadaily.com.

Muzakir juga mengatakan, jika pelabuhan Feri dari Lhokseumawe ke Penang diaktifkan, hasil pertanian di daerah Takengon dapat diekspor langsung ke Malaysia dan menumbuhkan nilai ekonomis bagi masyarakat.

Sedangkan saat ini, hasil panen tersebut masih harus diangkut dengan truk dari Aceh ke Medan, dengan menanggung risiko tinggi­nya angka kecelakaan, yakni sekitar lima orang per hari. “Jika jalur laut diaktifkan, saya yakin ekonomi masyarakat setempat akan lebih sejahtera,” jelasnya.

Pelayaran internasional di sana tidak hanya untuk membawa orang, tetapi juga mengangkut barang. Dengan adanya pelayaran ini, komoditas pertanian dan perkebunan Aceh, khususnya yang berasal dari dataran tinggi Gayo, bisa dipasarkan langsung ke negeri jiran.

Wagubyang akrab disapa Mualem ini juga menceritakan kondisi Aceh yang baru saja tertimpa musibah banjir dan longsor. Bencana itu membuat Aceh sangat membutuhkan bantuan dan perhatian dari Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Perhubungan. “Dari hasil tinjauan lapang­an, yang sangat dibutuhkan saat ini adalah excavator untuk mempercepat pembersih­an longsor,” ujar Muzakir.

Harapan tersebut mendapat respon baik dari Menhub. Mengenai exscavator, Jonan berjanji akan segera merealisasi­kan­nya. Begitu juga dengan pelabuhan-pelabuhan di Aceh. “Kami sangat mendu­kung pelabuhan-pelabuhan di Aceh dapat beroperasi dengan baik,” ujar Jonan.

Dukung Pelayaran Feri

Menhub juga mendukung rencana Pemprov Aceh untuk membuka jalur pelayaran feri penumpang dan angkutan barang antara Lhokseumawe dengan Penang, Malaysia maupun sebaliknya. “Saya dukung, silakan buka hubungan pelayaran laut antara Lhok­seumawe dan Penang, Malaysia. Kita tidak boleh tunggu dan ini harus terealisasi segera,” kata Jonan.

Selain pelayaran Lhokseumawe-Pe­nang, katanya, Pemerintah Pusat juga berupaya meningkatkan infrastruktur transportasi, baik darat, laut maupun udara. Untuk laut, Kementerian Perhubungan sudah menginstruksikan kepada Pelindo, perusahaan pengelola pelabuhan, untuk segera mengoperasikan Pelabuhan Calang, Aceh Jaya sebagai pelabuhan ekspor minyak curah kelapa sawit.

“Begitu juga pelabuhan lainnya di Aceh. Kami sudah meminta agar Pelindo segera mengembangkannya menjadi pelabuhan ekspor. Ini semata-mata dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh,” katanya.

Sedangkan untuk transportasi darat, Pemprov Aceh menyampaikan beberapa ruas jalan rusak dan longsor. Permasalahan ini akan disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum.“Untuk transportasi uda­ra, bandara-bandara yang ada akan diting­katkan kapasitasnya. Begitu juga dengan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), kemampuannya juga akan ditingkatkan,” ujar Ignasius.

Menhub juga mengabarkan mengenai hasil pembicaraannya dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Menhub pada dasarnya setuju dengan usulan adanya aturan Menteri Kelautan tentang Pelabuhan Sabang. “Pada prinsipnya disepakati Pela­buhan Sabang dimaksimalkan dan bersifat nasional, bahkan internasional,” jelasnya.

Setelah pertemuan di ruang kerja Wagub, Menhub berkenan meninjau Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati, Aceh, kemudian ke Pelabuhan Malahayati yang juga terletak di daerah Krueng Raya, Aceh Besar.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here