Pemprov Jabar Tawarkan Kerjasama Pelabuhan Dengan Guangxi Zhuang, Tiongkok

0
190

Nanning – (suaracargo.com)

Pemprov Jawa Barat akan menawarkan kerja sama pembangunan pelabuhan dengan Provinsi Guangxi Zhuang, Tiongkok. Provinsi tersebut terbukti berhasil mengelola pelabuhan terbesar di Tiongkok.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, pihaknya akan menawarkan sejumlah pelabuhan di Jabar. Baik yang akan dibangun, maupun yang dalam tahap pembangunan untuk dikerjasamakan dengan Guangxi Zhuang.

“Ya kan kita ada Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Ratu Rehional Seaport, Cirebon, Seaport, Cikarang-Bekasi-Laut Inland Waterways, Bojong Salawe Regional Seaport, dan Palangpang Local di Ciletuh,” kata dia di sela-sela penandatanganan kerja sama antara Jabar dan Guangxi Zhuang.

Selain itu, pihaknya pun akan menawarkan kerja sama pengelolaan transportasi bandara di Kertajati nanti kepada Guangxi Zhuang. Mereka bisa menggunakan kendaraan bermerek Wu Ling di bandara untuk sarana transportasi di sana.

“Misalnya kerja sama pengelolaan selama hitungan tahun yang pastinya itu harus dibicarakan lagi usai MoU ini,”kata dia, seperti dilansir pikiran-rakyat.com.

Sementara itu, Wakil Gubernur Guangxi Zhuang mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas respon kerja sama dengan Jabar tersebut.

“Sekarang Indonesia sedang ada di Zaman yg paling bagus. Strategi jalur sutra Maritim ini cocok dengan strategi kelautan Indonesia juga,”ujar dia.

Dia menuturkan, provinsinya merupakan satu-satunya provinsi yang berbatasan dengan lautan dan daratan dan dengan Asean. Pihaknya menempati pembangunan strategi di China dan Asean.

“Provinsi ini merupakan satu-satu jalan pelabuhan. Sejak yahun100 SM, kapal-kapal China sudah ke Asean dari pelabuhan ini. Kami sekarang sedang membangun penguhubung jalan laut dan infomasi di Asean atau konektivitas dengan negara-negara Asean,”kata dia.

Di negara Asean, lanjut dia, terdapat 47 pelabuhan yang sudah menjadi anggota perhimpunan pelabuhan di Guangxi Zhuang.

“Pelabuhan kami sedang ikut bangun pembangunan di Malaysia dan Brunai. Kami mendorong kapasitas pelabuhan itu dari 30.000-50.000 ton dengan cepat. Kami pernah ikut membangun pelabuhan di satu daerah, hanya dalam satu tahun saja, kapasitas pelabuhan itu sudah naik jadi dua kali lipat,”ujar dia.

Diakui dia, salah satu perusahaan pelabuhan indonesia ada yang investasi pada pelabuhan dikota ini, terutama transportasi dalam sungai.

“Kami berharap bisa membuka jalur laut dari sini ke Indonesia,”ujar dia.

Selain itu, diakui oleh dia, pihaknya saat ini sedang mempercepat pembangunan kereta cepat yang saat ini trasenya sudah sepanjang 1750 km. Di provinsi tersebut sudah memiliki dua jalur kereta cepat untuk melayani 14 kota.

“Kereta cepat itu sudah sangat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kami tahu, di Indonesia sedang bangun kereta cepat Jakarta-Bandung. Kami berharap ketika kami kesana bisa naik kereta cepat dari Jakarta ke Bandung,”ucap dia.

Selain kerjasama pada bidang transportasi, pada MoU tersebut kedua belah pihak akan kerja sama dalam ruang lingkup pariwisata, pendidikan, budaya, perdagangan dan teknologi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY