Penanganan Tanggap Darurat Diminta Perhatikan Keselamatan Penerbangan

0
25

SUARACARGO.COM, JAKARTA – Kementerian Perhubungan meminta penanganan tanggap darurat pasca gempa di Nusa Tenggara Barat tetap memperhatikan keselamatan penerbangan.

Plt. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Pramintohadi Sukarno meminta para pemangku kepentingan penerbangan di sekitar NTB dan Bali yang terhubung untuk tetap memaksimalkan pelayanan kepada penumpang. Pihaknya menekankan pelayanan penumpang di bandara harus memperhatikan aspek kenyamanan.

“Gempa tersebut juga mempunyai efek psikologis bagi orang-orang yang kebetulan berada di situ, termasuk penumpang dan pekerja sektor penerbangan. Kami minta pelayanan penerbangan harus tetap dilaksanakan semaksimal mungkin dengan mengacu pada aturan tentang keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Pramintohadi dalam keterangan resmi, Selasa (7/8/2018).

Dia menambahkan pengelola bandara harus sesegera mungkin membersihkan dan memperbaiki bangunan dan sarana yang terdampak, sehingga tidak berpotensi mengganggu kenyamanan dan pelayanan kepada penumpang. Para penumpang yang kemungkinan bergegas untuk pergi meninggalkan daerah tersebut harus disediakan ruangan yang representatif.

Instruksi tersebut, lanjutnya, tidak hanya ditujukan kepada pengelola bandara di daerah NTB dan Bali saja, tetapi pengelola bandara di daerah lain yang terhubung karena sifat penerbangan yang resiprokal.

Di sisi lain, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada PT Angkasa Pura I (Persero) yang secara cepat dan sigap telah memperbaiki beberapa kerusakan kecil yang terjadi di terminal Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Lombok. Kedua bandara tersebut sudah normal dan kerusakan tidak berakibat mengganggu keamanan dan kenyamanan penumpang.

Pramintohadi meminta para maskapai untuk selalu berkomunikasi dengan penumpang dan memberitahukan perkembangan operasional penerbangan terbaru dari dan ke daerah tersebut. Diimbau untuk tidak menarik biaya-biaya yang tidak sesuai dengan aturan

“Kemungkinan banyak penumpang yang membatalkan atau mengubah jadwal penerbangannya dari dan ke daerah tersebut. Maskapai diharapkan bisa melakukan penanganan pelayanan semaksimal mungkin kepada para penumpang dan tidak merugikan kedua pihak,” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here