Peneliti Lingkungan: Pelabuhan di Indonesia Belum Sesuai Standard Internasional

0
406
Ilustrasi pelabuhan di Indonesia. (Suara Pembaruan)

Jakarta – (suaracargo.com)

Direktur Eksekutif sekaligus Peneliti Lingkungan, Energi, dan Maritim Center for Information and Development Studies, Muhammad Rudi Wahyono, menilai sektor maritim, terutama pelabuhan, di Indonesia masih belum memenuhi standar international. “Kalau boleh jujur, pelabuhan besar seperti Pelabuhan Tanjung Priok pun dari segi keamanan tidak memenuhi syarat menurut aturan International Maritime Domain Awareness,” katanya kepada Tempo, Selasa malam, 24 November 2015.

Menurut Rudi, banyaknya pelabuhan yang belum memenuhi standar internasional menunjukkan regulasi masih lemah dan terpecah-pecah secara sektoral. Pemerintah seharusnya membuat peraturan saja tanpa ikut campur dalam kegiatan operasional pelabuhan.

Rudi berujar, operasional pelabuhan harus diserahkan langsung kepada BUMN terkait karena merupakan pihak yang langsung bersentuhan dengan kegiatan di pelabuhan. “Itu yang harus dipangkas. Jadi pemerintah menyiapkan regulatornya saja dan BUMN sebagai operator sekaligus eksekutor. Jadi itu lebih efisien dari segi waktu dan biaya lebih murah.”

Selain itu, menurut Rudi, pembangunan pelabuhan sekarang ini hanya fokus di Pulau Jawa. Padahal seharusnya, ada pembagian proporsional untuk menambah kinerja sektor maritim Indonesia. “Saya menilai pelabuhan Indonesia masih terpusat di Jawa padahal harus ada di wilayah barat, tengah, dan timur. Kalau mau benar-benar mengembangkan, ya cari yang di tengah-tengah, misalnya Banjarmasin. Di situ bisa dikembangkan,” ujar Rudi.

Tidak hanya pelabuhan yang penting, kata Rudi. Infrastruktur seperti kontainer, dermaga, dan crane juga harus disediakan. Unsur keamanan dan keterbukaan perizinan keluar-masuk barang juga harus dimiliki setiap pelabuhan.

Selain itu, ucap Rudi, sumber daya manusia yang menangani manajemen logistik juga harus ditambah. “Perlu ada sekolah yang khusus mengembangkan sumber daya manusia, yang menangani manajemen logistik dan mereka harus bersih” pungkas Rudi seperti dilansir tempo.co.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here