Pengamanan Pelabuhan Gilimanuk Ditingkatkan Antisipasi Arus Mudik dan Arus Balik

0
83
Suasana di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. (industri.bisnis.com)

Negara – (suaracargo.com)

Sebagai salah satu pintu gerbang Pulau Bali; Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana mendapatkan pengamanan total dari aparat gabungan.

“Bekerja sama dengan Polri, kami juga mengerahkan anggota untuk membantu pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk,” kata Komandan Kodim 1617 Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok di Negara (27/5).

Dengan adanya kejadian teror di Jawa, katanya, sistem dan strategi pengamanan lebih ditingkatkan, baik di pintu masuk maupun keluar.

“Sistem pengamanan total itu sudah dibahas dalam rapat terpadu yang diikuti seluruh instansi terkait,” katanya, seperti dilansir Antara News.

Selain pemeriksaan kendaraan dan barang yang berjalan seperti semula, ia mengatakan, untuk pemeriksaan penumpang akan mengalami perubahan yaitu penumpang tidak lagi turun di areal parkir pos pemeriksaan, melainkan langsung dari kapal.

“Penumpang yang turun dari kapal akan diarahkan melalui jalur khusus dan melewati pemeriksaan berlapis, baik dari aparat keamanan maupun petugas kependudukan. Yang masuk ke areal parkir pemeriksaan hanya kendaraan beserta sopirnya,” katanya.

Dalam melakukan pemeriksaan, menurutnya, antara petugas yang satu dengan yang lainnya saling memberikan perlindungan untuk menghindari serangan mendadak dari pelaku teror.

Khusus untuk TNI, ia mengatakan, selain dari Kodim, pasukan tempur dari Batalion Infanteri 741/Garuda Nusantara juga dikerahkan dengan senjata lengkap.

“Dalam rapat terpadu sudah terbagi tugas masing-masing, termasuk menempatkan penembak jitu dari Brimob. Aparat untuk memeriksa kendaran, barang dan penumpang paling banyak tetap dari kepolisian, sedang kami memberikan dukungan sesuai kebutuhan,” katanya.

Dengan pengamanan ketat dan berlapis, termasuk bagi aparat keamanan, ia berharap agar arus mudik dan balik yang melewati Pelabuhan Gilimanuk berjalan lancar dan aman, termasuk bisa mencegah masuknya pelaku kejahatan, apalagi teroris ke Bali.

Saat arus balik pemudik berlangsung, rawan terjadi penyusupan dari pelaku teror karena saat itu arus kendaraan dan penumpang yang masuk ke Bali luar biasa banyak.

“Namun kami juga siap untuk mencegah mereka, termasuk seluruh anggota sudah dibekali ciri-ciri khas pelaku teror,” katanya.

Kesiapsiagaan itu antara lain terlihat pada Kamis (24/5) lalu, Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali menyita senjata airsoft gun karena tidak dilengkapi dokumen yang sah.

“Saat memeriksa mobil barang pengangkut paket, kami temukan senjata jenis itu. Karena tidak ada dokumennya, airsoft gun itu kami sita,” kata Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Komisaris I Nyoman Subawa.

WS (58), asal Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana selaku sopir mobil paket tersebut mengaku tidak tahu isi paket yang diangkut. Barang-barang yang diangkut berasal dari kantor paket di Surabaya dengan tujuan gudang paket di Denpasar.

“Saat ditemukan, airsoft gun itu dibungkus dengan kardus yang dilapisi kayu. Kami tidak menemukan dokumen atau surat asal usul serta kepemilikan senjata tersebut,” kata Subawa.

Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kawasan Laut Gilimanuk Ajun Komisaris I Komang Muliyadi, airsoft gun ini jenis multi objective training system.

Karena ada alamat pengirim serta penerima, ia mengatakan, pihaknya akan memanggil mereka untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Saat ini senjata itu masih kami sita. Meskipun jenis airsoft gun, harus jelas asal usul berikut dokumen pendukungnya,” katanya.

Siap Terima Lonjakan

Saat rapat terpadu di Mapolres Jembrana (25/5), Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Budi P. Saragih mengatakan, untuk pengamanan arus mudik diperlukan sinergi dari semua pihak.

Selain melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan, barang dan orang yang masuk ke Bali, pihak otoritas Pelabuhan Gilimanuk juga sudah siap untuk menerima lonjakan kendaraan dan penumpang saat arus mudik maupun balik.

Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gulimanuk Heru Wahyono mengatakan untuk menyeberangkan pemudik berikut kendaraannya akan dikerahkan 32 kapal pada puncak arus mudik.

Menurutnya, sebanyak 55 kapal siap beroperasi di Selat Bali, namun hanya 32 yang dikerahkan, sedangkan sisanya sebagai cadangan.

“Ter

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone