Pengelola Port of Rotterdam Siap Berinvestasi Dalam Proyek Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung

0
434
Kuala Tanjung (bumn.go.id / industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pengelola Port of Rotterdam disebut sudah menyampaikan kesediannya untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sudah mendapat surat penegasan dari Port of Rotterdam soal kerja sama tersebut. Hal itu disampaikan Budi usai acara Serah Terima Proyek Peningkatan Vessel Traffic Systems (VTS) Fase II Selat Malaka dan Selat Singapura dari Pemerintah Jepang ke Indonesia di Jakarta, Senin (5/6).

“Port of Rotterdam tidak saja ingin mengelola, tapi juga ingin berinvestasi,” kata Budi seperti dikutip dari laman Kementerian Perhubungan, Senin (5/6).

Budi mengatakan meskipun Port of Rotterdam sudah menyatakan kesediaannya, kesempatan bagi negara lain untuk terlibat dalam investasi di Kuala Tanjung masih terbuka. Menurut dia, selain pembangunan pelabuhan tahap II, ada sejumlah proyek lain yang bisa dijajaki investor.

“Project ini besar sekali, ada tiga tahap. Bukan saja pelabuhan, tapi juga ada KEK (kawasan ekonomi khusus), kereta api, juga ada land development, dan jalan tol. Maka banyak sekali project-project yang dimungkinkan oleh investor (bisa masuk), ” ujarnya.

Nantinya, Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi suatu model baru pelabuhan yang sangat canggih di Indonesia. Terkait hal ini, Menhub mengaku sudah membicarakan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Rini M Soemarno.

“Saya sempat bicara dengan ibu Menteri Keuangan dengan ibu Menteri BUMN, kita akan menjadikan suatu model, bentuk pelabuhan yang canggih dengan cara-cara kepabean dan teknologi pengangkutan yang advance, sehingga kita mempunyai suatu competitive advantage,” ujar Menhub.

Selain Belanda dalam hal ini Port of Rotterdam, terdapat sejumlah negara yang telah menyatakan keseriusannya berinvestasi di Kuala Tanjung, yaitu Cina dan Dubai. Menhub mengaku juga telah mengajak Jepang untuk turut terlibat dalam project Kuala Tanjung.

“Saat ini yang sudah serius untuk Kuala Tanjung selain Belanda ada Cina dan ada juga Dubai, jadi ini kolaborasi, bisa saja shipping line-nya kerja sama dengan kita. Jadi kerja sama ini tidak terbatas karena akan menjadi pelabuhan yang besar yang menampung banyak kegiatan secara internasional,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Budi juga menyampaikan perkembangan proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Jawa Barat. Menurut dia, proyek kerja sama Indonesia dengan Jepang ini akan segera dimulai pembangunannya paling lambat pada awal 2018.

“kira-kira Agustus kita tanda tangan, setelah itu kita harus lelang. Saya harapkan akhir 2017 paling lambat awal 2018 sudah mulai membangun,” katanya, seperti dilansir

Nantinya, pengelolaan Pelabuhan Patimban akan dilakukan dengan cara kombinasi antara Indonesia dengan Jepang dengan komposisi Indonesia 51 persemm dan Jepang 49 persen.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here