Pengembangan Pelabuhan Bitung Masuki Tahap Amdal

0
325

Makassar – (suaracargo.com)

Pengembangan Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, yang dipersiapkan sebagai hub internasional laut, kini telah mamasuki tahapan penyusunan analisa dampak lingkungan atau AMDAL.

Direktur Keuangan PT Pelindo IV, operator Pelabuhan Bitung, Budi Revianto menuturkan, pihaknya saat ini tengah menjalin kerjasama dengan profesional pihak ketiga dalam merampungkan penyusunan AMDAL serta rencana pengelolaan lingkungan hidup untuk pengembangan infrastruktur perhubungan laut tersebut. “Sesuai dengan perencanaan, kami targetkan pengerjaan fisik sudah bisa dimulai tahun ini setelah AMDAL dan tahapan lainnya dirampungkan,” ucapnya kepada Bisnis, Selasa (5/5/2015).

Budi juga memaparkan, pengembangan Pelabuhan Bitung tahap pertama diestimasi selesai pada 2017 mendatang dengan investasi mencapai Rp506,5 miliar yang difokuskan untuk fasilitas bongkar muat peti kemas. Sumber dana pengembangan pelabuhan tersebut berasal dari kas internal perseroan sebesar Rp141,5 miliar serta pemanfaatan dana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp365 miliar.

Sesuai peta jalan (roadmap) pengembangan Pelabuhan Bitung yang telah disusun Pelindo IV, perencanaan pembangunana terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama diestimasi rampung pada 2017 mendatang meliputi perluasan lapangan tumpuk kontainer (container yard/CY) seluas 6,5 ha dan perpanjangan dermaga sepanjang 500 meter.

Selanjutnya tahap kedua yang direncanakan pada 2018 hingga 2022 dengan pengerjaan fisik penambahan panjang dermaga 250 meter, di mana dermaga dirancang membentuk sudut 90 derajat dan menyambung ke daratan.

Pada periode yang sama, area lapangan tumpuk kontainer akan ditambah secara agresif, dengan total penambahan sebanyak 46,8 ha. Perluasan lapangan tumpuk akan dilakukan dengan mengalihfungsikan pelabuhan rakyat, gedung perkantoran serta kawasan perumahan yang berlokasi di sekitar pelabuhan.

Sementara itu, pada pengembangan terakhir yang diestimasi rampung pada 2032 mendatang, perseroan menargetkan penambahan luas lapangan tumpuk kontainer serta pembangunan terminal curah tepat di sisi lapangan tumpuk. “Pengembangan tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung program Tol Laut pemerintah pusat di mana Bitung bakal menjadi salah satu simpul utama,” papar Budi.

Selain Pelabuhan Bitung, lanjutnya, Pelindo IV juga merencanakan memulai pengerjaan fisik Makassar New Port yang dimulai dengan tahapan ground breaking pada 20 Mei mendatang. Menurut Budi, pengembangan sejumlah pelabuhan kelolaan lain juga bakal dilakukan secara simultan mulai 2015 hingga 3 tahun ke depan.

Dalam mendukung langkah pengembangan tersebut, perseroan mengestimasi membutuhkan dana sebesar Rp3,17 triliun yang direncanakan berasal dari kas internal Rp1,17 triliun dan kucuran PMN yang mencapai Rp2 miliar. “Itu sudah termasuk pengembangan Pelabuhan Bitung tahap pertama. Sedangkan untuk MNP, pendanaannya akan bersumber dari pos anggaran yang lain namun tetap kas internal maupun pinjaman perbankan,” paparnya.

Direktur Utama Pelindo IV Mulyono sebelumnya menuturkan, perencanaan besar yang telah disusun perseroan meliputi pengembangan kapasitas terpasang pelabuhan dalam tiga tahun ke depan dengan berorientasi pada infrastruktur Tol Laut. Adapun tiga pelabuhan yang digadang-gadang perseroan menjadi simpul utama konektivitas berbasis Tol Laut adalah Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Bitung, serta Pelabuhan Sorong.

“Pengembangan kapasitas pelayanan petikemas menjadi prioritas, seluruhnya memang eksisting yang akan kami tingkatkan produktivitas dan efisiensi pelayanan bongkar muatnya,” kata Mulyono. Mulyono juga menjelaskan, pengembangan ketiga pelabuhan tersebut meliputi pengadaan alat bongkar muat seperti container crane dan RTG serta perluasan lapangan petikemas sehingga mampu mendukung peningkatan kapasitas terpasang.

Secara umum, Pelindo IV telah menyiapkan belanja modal untuk pengembangan seluruh pelabuhan kelolaan sebesar Rp1,4 triliun yang juga dialokasikan untuk pembenahan maupun pengembangan pelabuhan. Menurut Mulyono, sebagian besar dana tersebut bakal terserap untuk pengadaan alat bongkar muat, pembelian kapal tunda, perluasan lapangan peti kemas, penambahan dermaga serta pembenahan sejumlah terminal penumpang. “Tahun ini kita orientasinya ke pelayanan peti kemas dan barang untuk mendukung program Tol Laut, tetapi kita juga mengembangkan segmen lain seperti revitalisasi terminal penumpang di beberapa pelabuhan,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here