Pengembangan Pelabuhan Tegal Akan Dimulai Tahun 2017

0
515
Pelabuhan Tegal (foto: Istimewa / berita.suaramerdeka.com)

Tegal – (suaracargo.com)

PT Pelindo III akan memulai pengembangan kawasan Pelabuhan Tegal agar menjadi pelabuhan niaga dan penumpang mulai Februari 2017 mendatang. Pembenahan ini ditargetkan akan selesai dalam waktu satu tahun. Direktur PT Pelindo III Orias Petrus Moedak mengatakan, kondisi Pelabuhan Tegal mendesak untuk segera dibenahi karena kondisinya memprihatinkan. Langkah awal pembenahan di antaranya pengerukan kolam pelabuhan. “Kegiatan itu akan dimulai Februari 2017 dan ditarget selesai selama satu tahun,” kata Orias di Tegal.

cargo-jakarta

Menurut Orias, pembenahan tersebut sebagai salah satu upaya pengembangan kawasan pelabuhan menjadi pelabuhan niaga dan penumpang. Pengembangan juga akan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki Kota Tegal dan daerah di sekitarnya.

“Pengembangan akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah-daerah di sekitarnya,” ucapnya.

Wali Kota Tegal Siti Masitha mengatakan, Pelabuhan Kota Tegal merupakan salah satu potensi yang dimiliki Kota Tegal dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Oleh karena itu, Pemkot Tegal ingin Pelabuhan Kota Tegal dapat dikembangkan agar bisa menjadi pelabuhan niaga dan penumpang.

“Tidak hanya menjadi pusat kawasan perikanan, namun Pelabuhan Kota Tegal juga harus menjadi pelabuhan niaga dan penumpang,” tandasnya. Masitha juga menilai pengembangan pelabuhan nantinya juga akan berdampak positif bagi masyarakat Kota Tegal seiring pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang. “Dengan tidak adanya exit tol di Kota Tegal akan berdampak pada mobilitas orang yang masuk ke Kota Tegal. Hal ini tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat Kota Tegal,” ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tegal Nur Effendi mengatakan, potensi untuk mengembangkan pelabuhan Kota Tegal menjadi pelabuhan niaga sangat besar.

“Hal ini didukung jumlah konsentrasi nelayan Kota Tegal yang mencapai 12.000 orang yang selama ini tersebar di seluruh Indonesia,” kata Nur, seperti dilansir okezone.com.

Menurut Nur, industri perikanan di Kota Tegal saat ini juga masih terbatas pada pengolahan bahan mentah. Dengan adanya pengembangan, para pengusaha dapat mengolah hasil perikanannya di Kota Tegal menjadi produk-produk perikanan jadi lainnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY