Pengerjaan Pembangunan Pelabuhan Malundung Sudah 73 Persen

0
48
PROYEK: Kondisi Pelabuhan Malundung Tarakan sebagai pintu utama perdagangan di Kaltara saat ini sedang diperluas agar bisa menampung lebih banyak petikemas. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

Tarakan – (suaracargo.com)

Pengerjaan perluasan Pelabuhan Malundung, akhirnya sudah mencapai 73 persen. Rencananya, pada Februari tahun depan, seluruh pengerjaan sudah rampung dan dapat di gunakan, baik lokasi peti kemas maupun terminal penumpang. Hal ini dilakukan untuk melengkapi fasilitas Pelabuhan Malundung di Tarakan, yang merupakan pintu utama gerbang perekonomian di Kaltara.

General Manager (GM) PT Pelindo IV cabang Tarakan Hermansyah, mengatakan saat ini pengerjaan fisik reklamasi pelabuhan Malundung masih dilakukan. Kini tinggal beberapa tahapan yang masih dikerjakan.. “Semoga semua lancar agar bisa selesai tepat waktu,” singkat Herman saat dihubungi Radar Tarakan.

Sementara itu, Bagian Teknik PT Pelabuhan IV, Abri Firman menambahkan bahwa saat ini tahapan pengerjaan reklamasi Pelabuhan Malundung Tarakan sedang berada dalam tahap pengerjaan penimbunan tanah. Sekarang ini juga dilakukan pengerjaan pemasangan Lampisan Pondasi Bawah (LPB) dan setelah itu barulah, pemasangan LPB atas.

“Mudahan-mudahan ini tercapai. Karena kendala pekerjaan ini sebenarnya ada di cuaca. Jika hujan turun otomatis pengerjaan juga terhenti, karena dalam tahap ini sedang dilakukan pemadatan, sehingga posisi tanah harus dalam keadaan benar-benar kering, “ kata Abri saat ditemui di kantornya.

Untuk pemadatan itu sendiri, dijelaskan Abri, merupakan preloading yang berfungsi untuk menstabilkan tanah reklamasi dengan metode pemadatan, usai pengerjaan rencananya akan langsung digunakan.

“Bisanya kan untuk pemadatan seperti ini ada yang menunggu hingga satu tahun agar benar-benar padat. Namun, kita menggunakan metode lain agar pemadatan ini cepat terselesaikan,” tuturnya, seperti dilansir prokal.co.

“Agar Tanah ini cepat padat, dan tidak menurun kita berikan tanah timbunan gunung di atas lokasi pemadatan, agar ada beban dan cepat padat. Setelah itu, baru tanah tersebut di pindahkan ke lokasi reklamasi selanjutnya,” tambahnya.

Untuk pengerjaan reklamasi ini, menggunakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 130 miliar, Perseroan berinvestasi dengan membangun Container Yard (CY) atau lapangan penumpukkan petikemas seluas 2,14 hektare.

Sesuai tender, reklamasi lahan ditargetkan selesai 2018. Lokasinya berada di samping lahan peti kemas yang ada saat ini. “Dengan tambahan lahan nanti diharapkan bisa menampung hingga 500 ribu peti kemas,”ujarnya.

Menurut Abri, biaya pembangunan lahan peti kemas ini, diambil dari penanaman modal negara (PMN) sebesar Rp 117 miliar dari 2 miliar yang siapkan pemerintah pusat untuk sejumlah pelabuhan yang dikelola PT Pelindo, termasuk Tarakan.

Jika reklamasi lokasi peti kemas ini sudah selesai, maka kontainer dari luar bisa ditampung hingga 500 peti kemas dengan lokasi baru. Berbeda dengan saat ini, di mana lokasi untuk penyimpanan kontainer sudah dalam keadaan padat, karena tidak adanya lahan kosong untuk penampungan sementara.

“Seharusnya kontainer disusun tiga, sekarang terpaksa disusun empat ke atas. Karena lokasinya yang sempit,” bebernya.

Dengan itu, apabila lokasi penyimpanan kontainer ini sudah selesai, Abri berharap akan ada perkembangan baik untuk ekonomi di Tarakan. “Harapanya agar bisa menampung semua kontainer dari luar” tutupnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY