Pengguna JORR Keluhkan Kemacetan Akibat Truk Barang

0
406
ilustrasi truk barang (detik.com)
ilustrasi truk barang (detik.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Truk memang menjadi biang kerok kemacetan di Tol JORR. Setidaknya, begitulah pengakuan sejumlah pengguna jalan tol yang terletak di Ibukota tersebut. Truk biasanya berjalan lebih lambat dan bila mogok, Tol JORR berubah jadi “lahan parkir” bagi mereka.

“Sebagai rakyat kecil saya mau sumbang saran, sebaiknya angkutan barang dengan tonase besar seperti kontainer dan truk hanya diizinkan masuk atau melintas kota Jakarta pada pukul 21.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB, sebab di jalanpun perlu berbagi. Coba lihat sekarang, jangankan jalan tol, gang sempitpun siang bolong dilintasi truk atau kontainer. Gimana nggak semrawut?” terang Ronald yang tinggal di Serpong dalam surat elektronik ke redaksi@detik.com, Senin (16/3/2015).

Ronald berharap, ada jam operasional khusus bagi truk sebab quota kendaraan niaga tersebut sudah tidak seimbang dengan quota jalan. “Solusinya tinggal berbagi waktu sebelum moda transportasi massal Jakarta siap, untuk mengurangi kesemrawutan lalu lintas di Jakarta,” urai dia.

Sementara itu, menurut Tito Seban, seorang pengguna tol JORR lainnya, sistem buka tutup sebaiknya diberlakukan untuk mengatur masuknya jalur truk ke tol tersebut dari pagi pukul 06.00 s/d jam 10.00 WIB. “Truk dilarang melintas dan untuk sore dari jam 17.00 s/d 21.00 WIB, hal ini yakin akan mengurai kemacetan yang sekarang terjadi dan membuat semua pengendara stres di jalan tol,” urai Tito.

Sementara menurut Holi, sudah saatnya pengangkutan dan pengiriman barang dialihkan ke jalur kereta api barang. Tonase truk yang sering overload ini yang membuat kendaraan niaga itu harus berjalan pelan sehingga pada akhirnya seperti efek domino. Pengalihan ke jam malam hanya merupakan solusi sesaat. Nantinya, pada malam hari tetap akan ada antrean panjang truk seperti tol dalam kota.

Senada dengan para pembaca lainnya, P Yuwono, menyarankan agar di jam sibuk ada pengaturan tol. “Kondisi tol yang ada sudah sangat parah, apalagi pada hari Senin. Jika dahulu sebelum banyak truk melintas bisa ditempuh dengan waktu 1.5 jam, kini bisa 3 jam lebih untuk sampai Fatmawati atau bahkan keluar Mampang. Mohon kesungguhan pihak berwenang untuk bisa mencari solusi terbaik bersama,” tutupnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here